<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045</id><updated>2012-02-16T21:47:09.748+07:00</updated><category term='Wisata Alam'/><category term='Sejarah Kerajaan'/><category term='Budaya'/><category term='Rumah Adat'/><category term='Wisata Kuliner'/><category term='Wisata Gunung'/><category term='Wisata Kota'/><category term='Wisata Museum'/><category term='Mitologi'/><category term='Wisata Pantai'/><category term='Wisata Alternatif'/><category term='Sejarah Kota'/><category term='News'/><category term='Wisata Candi'/><title type='text'>BlogM-mef</title><subtitle type='html'>Objek Wisata, Budaya dan Sejarah Geografis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-8483284358433866523</id><published>2009-04-12T14:02:00.002+07:00</published><updated>2009-04-12T14:05:41.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Candi'/><title type='text'>Candi Jawi, Pasuruan Jawa Timur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGSIkR4XXI/AAAAAAAAAMw/uTNQyaLi0Xw/s1600-h/150px-Candi_Jawi_A.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGSIkR4XXI/AAAAAAAAAMw/uTNQyaLi0Xw/s320/150px-Candi_Jawi_A.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323696910403919218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dibangun sekitar abad 13, Candi Jawi bukanlah merupakan tempat pemujaan atau tempat peribadatan. Candi ini merupakan tempat penyimpanan abu dari raja terakhir Singosari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singosari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat beribadat Kertanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Kertanegara membangun candi di sini. Padahal, letaknya jauh dari pusat kerajaan? Bisa jadi karena di kawasan ini pengikut agama Siwa-Buddha sangat kuat. Rakyat di daerah itu sangat setia. Sekalipun Kertanegara dikenal sebagai raja yang masyhur, ia juga memiliki banyak musuh di dalam negeri. Kidung Panji Wijayakrama, misalnya, menyebutkan terjadinya pemberontakan Kelana Bayangkara. Negarakertagama mencatat adanya pemberontakan Cayaraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja, kawasan Candi Jawi dijadikan basis pendukung Kertanegara. Terbukti, saat Dyah Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri setelah Kertanegera dikudeta raja bawahannya, Jayakatwang dari Gelang-gelang (daerah Kediri), sempat bersembunyi di daerah ini, sebelum akhirnya mengungsi ke Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk candi berkaki Siwa, berpundak Buddha. Bentuknya tinggi ramping seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah, dengan ukuran luas 14,24 x 9,55 meter dan tinggi 24,50 meter. Pintunya menghadap ke timur. Posisi pintu ini oleh sebagian ahli dipakai alasan untuk mempertegas bahwa candi ini bukan tempat pemujaan atau pradaksina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, candi untuk peribadatan menghadap ke arah gunung, tempat bersemayam kepada Dewa. Candi Jawi justru membelakangi Gunung Penanggungan. Sementara ahli lain menganggap sebagai candi pemujaan. Posisi pintu yang tidak menghadap ke gunung karena pengaruh dari Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan Candi Jawi adalah adanya relief di dinding. Sayangnya, relief ini belum bisa dibaca. Bisa jadi karena pahatannya yang terlalu tipis, atau karena kurangnya informasi pendukung, seperti dari prasasti atau naskah. Negarakertagama yang secara jelas menceritakan candi ini tidak menyinggung sama sekali soal relief tersebut. Berbeda dengan relief di Candi Jago dan Candi Penataran yang masih jelas. Salah satu fragmen yang ada pada dinding candi, menggambarkan sendiri keberadaan candi Jawi tersebut beserta beberapa bangunan lain disekitar candi. Nampak Jelas pada fragmen tersebut pada sisi timur dari candi terdapat candi perwara sebanyak tiga buah, namun sayang sekali kondisi ketiga perwara tersebut saat ini bisa dibilang rata dengan tanah. demikan juga di fragmen tersebut terlihat jelas bahwa terdapat candi bentar yang merupakan pintu gerbang candi, terletak sebelah barat. Sisa-sisa bangunan tersebut memang masih ada, namun bentuknya lebih mirip onggokan batu bata, karena memang gerbang candi tersebut dibangun dari batu bata merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGSTIIcVqI/AAAAAAAAAM4/DcLMrzwCJjQ/s1600-h/150px-Candi_Jawi_B.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGSTIIcVqI/AAAAAAAAAM4/DcLMrzwCJjQ/s320/150px-Candi_Jawi_B.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323697091826701986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disamping relief yang terletak dibagian dinding candi, terdapat pula relief lain yang terletak dibagian dalam candi. Terletak tepat dibagian tengah candi yang merupakan bagian tertinggi dari bagian dalam candi, terdapat sebuah relief Dewa Surya yang terpahat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan lain dari Candi Jawi adalah batu yang dipakai sebagai bahan bangunannya terdiri dari dua jenis. Bagian bawah terdiri dari batu hitam, sedangkan bagian atas batu putih. Bisa jadi ada dua periode pembangunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, Negarakertagama menyebutkan bahwa candrasengkala atau tahun Api Memanah Hari (1253 Saka) candi itu disambar petir. Saat itulah arca Maha Aksobaya raib. Raja Majapahit Prabu Hayam Wuruk yang mengunjungi candi itu sampai bersedih atas hilangnya arca tersebut. Memang ditemukan arca Maha Aksobaya yang kini disimpan di Taman Apsari, depan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, yang kemudian dikenal dengan Patung Jokodolog. Akan tetapi, arca ini bukan berasal dari Candi Jawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah disambar petir itu, dilakukan pembangunan kembali. Pada masa inilah diperkirakan menggunakan batu putih. Namun, dari mana batu putih tersebut? Karena, kawasan yang masuk kaki Gunung Welirang kebanyakan batu hitam. Batu putih banyak dijumpai di daerah pesisir utara Jawa atau Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Jawi dipugar untuk kedua kalinya tahun 1938-1941 karena kondisinya sudah runtuh. Akan tetapi, renovasinya tidak sampai tuntas karena sebagian batunya hilang. Kemudian diperbaiki kembali tahun 1975-1980, dan diresmikan tahun 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk bangunan Candi Jawi memang utuh, tetapi isinya berkurang. Negarakertagama menyebutkan, di dalam bilik candi terdapat arca Siwa. Di atasnya terdapat Maha Aksobaya. Ada sejumlah arca bersifat Siwa, seperti Nandiswara, Durga, Ganesa, Nandi, dan Brahma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arca Durga kini disimpan di Museum Empu Tantular, Surabaya. Lainnya disimpan di Museum Trowulan untuk pengamanan. Sedangkan yang lainnya lagi, seperti arca Brahmana, tidak ditemukan. Mungkin saja sudah berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di gudang belakang candi memang terdapat potongan-potongan patung. Selain itu, terdapat pagar bata merah seperti yang banyak dijumpai di bangunan pada masa Kerajaan Majapahit, seperti Candi Tikus di Trowulan dan Candi Bajangratu di Mojokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemindahan arca pada satu sisi memang tepat untuk menghindarkan dari pencurian. Akan tetapi, dapat mengurangi substansi sejarahnya. Menjadi tidak lengkap. Arca-arca yang dipindah dari habitatnya menjadi kehilangan nilai historisnya. Lihat saja arca yang disimpan di Hotel Tugu Park, Malang. Arca-arca itu memang terawat baik, tetapi lantas tercabut dari nilai historis dan ritualitasnya. Suatu hal yang memang dilematis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-8483284358433866523?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/8483284358433866523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/candi-jawi-pasuruan-jawa-timur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8483284358433866523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8483284358433866523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/candi-jawi-pasuruan-jawa-timur.html' title='Candi Jawi, Pasuruan Jawa Timur'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGSIkR4XXI/AAAAAAAAAMw/uTNQyaLi0Xw/s72-c/150px-Candi_Jawi_A.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-65500687960266083</id><published>2009-04-12T13:42:00.003+07:00</published><updated>2009-04-12T13:46:32.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Candi'/><title type='text'>Candi Singosari, Malang Jawa Timur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGNiVf1CsI/AAAAAAAAAMg/bswTaIkFCQw/s1600-h/180px-Candi_Singasari.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGNiVf1CsI/AAAAAAAAAMg/bswTaIkFCQw/s320/180px-Candi_Singasari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323691855554349762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara pembuatan candi Singhasari ini dengan sistem menumpuk batu andhesit hingga ketinggian tertentu selanjutnya diteruskan dengan mengukir dari atas baru turun ke bawah. (Bukan seperti membangun rumah seperti saat ini).Candi ini berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, (sekitar 10km dari Kota Malang) terletak pada lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna di ketinggian 512m dari permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 Masehi di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin oleh Jayakatwang. Kuat dugaan, candi ini tidak pernah selesai dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplek percandian menempati areal 200m×400m dan terdiri dari beberapa candi. Di sisi barat laut komplek terdapat sepasang arca raksasa besar (tinggi hampir 4m, disebut dwarapala) dan posisi Gada (Senjata ) menghadap ke bawah, ini menunjukkan meskipun penjaganya raksasa tetapi masih ada rasa kasih sayang terhadap semua mahkluk hidup dan ungkapan selamat datang bagi semuanya. Dan posisi arca ini hanya ada di Singhasari, tidak ada di tempat ataupun kerajaan lainnya. Dan di dekatnya arca Dwarapala terdapat alun-alun. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa candi terletak di komplek pusat kerajaan. Letak candi Singhasari yang dekat dengan kedua arca dwarapala menjadi menarik ketika dikaitkan dengan ajaran Saiwa yang mengatakan bahwa dewa Siwa bersemayam di puncak Kailasa dalam wujud lingga, batas Timur terdapat gerbang dengan Ganesha atau Ganapati sebagai penjaganya, gerbang Barat dijaga oleh Kala dan Amungkala, gerbang Selatan dijaga oleh Resi Agastya, gerbang Utara dijaga oleh Batari Gori. Karena letak candi Singhasari yang sangat dekat dengan kedua arca tersebut yang terdapat pada jalan menuju ke gunung Arjuna, penggunaan candi ini diperkirakan tidak terlepas dari keberadaan gunung Arjuna dan para pertapa yang bersemayam di puncak gunung ini pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGN1Ohy3EI/AAAAAAAAAMo/szug4249jMw/s1600-h/180px-Candi_Singosari_A.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 271px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGN1Ohy3EI/AAAAAAAAAMo/szug4249jMw/s320/180px-Candi_Singosari_A.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323692180101061698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bangunan candi utama dibuat dari batu andesit, menghadap ke barat, berdiri pada alas bujursangkar berukuran 14m×14m dan tinggi candi 15m. Candi ini kaya akan ornamen ukiran, arca, dan relief. Di dalam ruang utama terdapat lingga dan yoni. Terdapat pula bilik-bilik lain: di utara (dulu berisi arca Durga yang sudah hilang), timur yang dulu berisi arca Ganesha, serta sisi selatan yang berisi arca Siwa-Guru (Resi Agastya). Di komplek candi ini juga berdiri arca Prajnaparamita, dewi kebijaksanaan, yang sekarang ditempatkan di Museum Nasional, Jakarta. Arca-arca lain berada di Institut Tropika Kerajaan, Leiden, Belanda, kecuali arca Agastya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Singasari baru mendapat perhatian pemerintah kolonial Hindia Belanda pada awal abad ke-20 dalam keadaan berantakan. Restorasi dimulai tahun 1934 dan bentuk yang sekarang dicapai pada tahun 1936.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-65500687960266083?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/65500687960266083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/candi-singosari-malang-jawa-timur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/65500687960266083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/65500687960266083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/candi-singosari-malang-jawa-timur.html' title='Candi Singosari, Malang Jawa Timur'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeGNiVf1CsI/AAAAAAAAAMg/bswTaIkFCQw/s72-c/180px-Candi_Singasari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-8771924049082171749</id><published>2009-04-12T12:37:00.003+07:00</published><updated>2009-04-12T12:40:21.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Candi'/><title type='text'>Candi Plaosan, Klaten Jawa Tengah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeF-OWiykeI/AAAAAAAAAMY/eEGaLRcIwiU/s1600-h/180px-Plaosan_Lor.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeF-OWiykeI/AAAAAAAAAMY/eEGaLRcIwiU/s320/180px-Plaosan_Lor.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323675019563405794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Plaosan sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah, kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman kerajaan Mataram Kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Candi Plaosan Lor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Candi Plaosan Kidul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat beberapa perwara berbentuk candi dan stupa. Sebagian di antara candi perwara telah dipugar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-8771924049082171749?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/8771924049082171749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/candi-plaosan-klaten-jawa-tengah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8771924049082171749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8771924049082171749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/candi-plaosan-klaten-jawa-tengah.html' title='Candi Plaosan, Klaten Jawa Tengah'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeF-OWiykeI/AAAAAAAAAMY/eEGaLRcIwiU/s72-c/180px-Plaosan_Lor.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-3614400926054916035</id><published>2009-04-03T11:32:00.007+07:00</published><updated>2009-04-03T11:41:57.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kota'/><title type='text'>Kota Bukittinggi, Padang Sumbar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWRd3WOyqI/AAAAAAAAAL4/weYCVZvSDhI/s1600-h/250px-Bukittinggi_Torre_del_Reloj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWRd3WOyqI/AAAAAAAAAL4/weYCVZvSDhI/s320/250px-Bukittinggi_Torre_del_Reloj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320318477067537058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kota Bukittinggi adalah salah satu kota di Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 25,24 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 100.000 jiwa. Letaknya sekitar 2 jam perjalanan lewat darat (90 km) dari ibukota provinsi Padang. Bukittinggi dikelilingi tiga gunung berapi yaitu Gunung Singgalang, Gunung Marapi dan Gunung Sago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota yang merupakan kota kelahiran Bung Hatta, adalah sebuah kota budaya di Sumatera Barat dan terkenal dengan Jam Gadang yang merupakan simbol kota Bukittinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki potensi objek wisata, kota berhawa sejuk ini merupakan salah satu daerah tujuan utama dalam bidang perdagangan di pulau Sumatera. Bukittinggi telah lama dikenal sebagai pusat penjualan konveksi yang tepatnya berada di Pasar aur kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semasa pemerintahan Belanda, Bukittinggi selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan, dari apa yang dinamakan Gemetelyk Resort berdasarkan Stbl tahun 1828. Belanda telah mendirikan kubu pertahanannya pada tahun 1825, yang sampai sekarang kubu pertahanan tersebut masih ada dam dikenal sebagai Benteng Fort De Kock. Kota ini telah digunakan juga oleh Belanda sebagai tempat peristirahatan opsir-opsir yang berada di wilayah jajahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Jepang, Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian pemerintah militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand, karena disini berkedudukan komandan Militer ke 25. Pada masa ini Bukittinggi berganti nama dari Taddsgemente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho yang daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari Sianok, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba dan Bukit Batabuah yang sekarang kesemuanya itu kini berada dalam daerah Kabupaten Agam, di Kota ini pulalah bala tentara Jepang mendirikan pemancar radio terbesar untuk pulau Sumatera dalam rangka mengibarkan semangat rakyat untuk menunjang kepentingan perang Asia Timur Raya versi Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWR9Au7BpI/AAAAAAAAAMA/P3BEtn5DxVw/s1600-h/250px-JalanAYaniBukittinggi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWR9Au7BpI/AAAAAAAAAMA/P3BEtn5DxVw/s320/250px-JalanAYaniBukittinggi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320319012162963090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada masa perjuangan kemerdekaan RI, Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan. Dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949, Bukittinggi ditunjuk sebagai ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ( PDRI ), setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Selanjutnya Bukittinggi pernah menjadi ibukota propinsi Sumatera dengan gubernurnya Mr. Tengku Muhammad Hasan. Kemudian dalam PP Pengganti undang-undang No. 4 tahun 1959, Bukittinggi ditetapkan sebagai ibukota Sumatera Tengah yang meliputi keresidenan-keresidenan Sumatera Barat, Jambi dan Riau yang sekarang masing-masing keresidenan itu telah menjadi provinsi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Geografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis Bukittinggi terletak antara 100,210 – 100,250 derajat bujur timur dan antara 00.760 – 00,190 derajat lintang selatan dengan ketinggian 909 – 941 meter diatas permukaan laut, berudara sejuk dengan suhu berkisar antara min 16,10 – 24,90 max.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pariwisata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWSnJ9JeTI/AAAAAAAAAMI/rXe8u6j7XV8/s1600-h/250px-JEMBATAN_LIMPAPEH.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWSnJ9JeTI/AAAAAAAAAMI/rXe8u6j7XV8/s320/250px-JEMBATAN_LIMPAPEH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320319736193055026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWS0U7qL3I/AAAAAAAAAMQ/ifzbnc-UUKA/s1600-h/250px-Jalan_Jendral_Sudirman_Bukittinggi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWS0U7qL3I/AAAAAAAAAMQ/ifzbnc-UUKA/s320/250px-Jalan_Jendral_Sudirman_Bukittinggi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320319962477899634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukittinggi memiliki julukan sebagai "kota wisata" karena banyaknya objek wisata yang terdapat di kota ini. Lembah Ngarai Sianok merupakan salah satu objek wisata utama. Taman Panorama yang terletak di dalam kota Bukittinggi memungkinkan wisatawan untuk melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok. Di dalam Taman Panorama juga terdapat gua bekas persembunyian tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II yang disebut sebagai 'Lobang Jepang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Taman Bundo Kanduang terdapat replika Rumah Gadang yang berfungsi sebagai museum kebudayaan Minangkabau, kebun binatang dan benteng Fort de Kock yang dihubungkan oleh jembatan penyeberangan yang disebut Jembatan Limpapeh. Jembatan penyeberangan Limpapeh berada di atas Jalan A. Yani yang merupakan jalan utama di kota Bukittinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Atas berada berdekatan dengan Jam Gadang yang merupakan pusat keramaian kota. Di dalam Pasar Atas yang selalu ramai terdapat banyak penjual kerajinan bordir dan makanan kecil oleh-oleh khas Sumatera Barat seperti Keripik Sanjai yang terbuat dari singkong, serta Kerupuk Jangek (Kerupuk Kulit) yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau dan [Karak Kaliang]], sejenis makanan kecil khas Bukittinggi yang berbentuk seperti angka 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Maninjau terletak sekitar 36 km atau sekitar 45 menit perjalanan dengan mobil dari kota Bukittinggi. Secara geografis, Bukittinggi, terdiri dari bukit-bukit. Oleh sebab itu jalanya mendaki dan menurun, berdsarkan bukit itulah kemudian, pemerintahan dibagi (sebelum Orde Baru memecahnya ke dalam Kelurahan), ke dalam 5 jorong (Guguak Panjang, Mandiangin Koto Selayan, Bukit Apik Pintu Kabun, Aua Birugo, dan Tigo Baleh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada saat ini juga telah dibangun pusat perbelanjaan modern di bukittinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel-hotel yang terdapat di kota Bukittinggi antara The Hills (sebelumnya Novotel), Hotel Pusako, dan hotel-hotel lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-3614400926054916035?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/3614400926054916035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/kota-bukittinggi-padang-sumbar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3614400926054916035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3614400926054916035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/kota-bukittinggi-padang-sumbar.html' title='Kota Bukittinggi, Padang Sumbar'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWRd3WOyqI/AAAAAAAAAL4/weYCVZvSDhI/s72-c/250px-Bukittinggi_Torre_del_Reloj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-2043506990744959683</id><published>2009-04-03T11:21:00.003+07:00</published><updated>2009-04-03T11:26:03.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Danau Toba, Sumut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWPDy6X0OI/AAAAAAAAALg/W6LruWOXUEc/s1600-h/180px-Danau_Toba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWPDy6X0OI/AAAAAAAAALg/W6LruWOXUEc/s320/180px-Danau_Toba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320315830177091810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWPby9WYyI/AAAAAAAAALo/gvQPb7IcQKM/s1600-h/180px-Lake-toba.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWPby9WYyI/AAAAAAAAALo/gvQPb7IcQKM/s320/180px-Lake-toba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320316242506441506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWPjeI4RVI/AAAAAAAAALw/GKs1gzxuiGY/s1600-h/180px-Toba2510.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWPjeI4RVI/AAAAAAAAALw/GKs1gzxuiGY/s320/180px-Toba2510.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320316374356608338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-2043506990744959683?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/2043506990744959683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/danau-toba-sumut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2043506990744959683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2043506990744959683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/danau-toba-sumut.html' title='Danau Toba, Sumut'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWPDy6X0OI/AAAAAAAAALg/W6LruWOXUEc/s72-c/180px-Danau_Toba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-1376055886579327235</id><published>2009-04-03T10:50:00.003+07:00</published><updated>2009-04-03T10:57:28.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Museum'/><title type='text'>Museum Gajah atau Museum Nasional RI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWH4A7nf8I/AAAAAAAAALQ/e1ZoeaAEmyM/s1600-h/300px-Museum_Nasional_Indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWH4A7nf8I/AAAAAAAAALQ/e1ZoeaAEmyM/s320/300px-Museum_Nasional_Indonesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320307931200585666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah, adalah sebuah museum yang terletak di Jakarta Pusat dan persisnya di Jalan Merdeka Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Museum Gajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Museum Nasional Republik Indonesia adalah salah satu wujud pengaruh Eropa, terutama semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada sekitar abad 18. Ia dibangun pada tahun 1862 oleh Pemerintah Belanda di bawah Gubernur-Jendral JCM Radermacher sebagai respons adanya perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda. Museum ini diresmikan pada tahun 1868, tapi secara institusi tahun lahir Museum ini adalah 1778, saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh pemerintah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Nasional dikenal sebagai Museum gajah sejak dihadiahkannya patung gajah oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Tetapi pada 28 Mei 1979, namanya resmi menjadi Museum Nasional Republik Indonesia. Kemudian pada 17 Februari 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelolanya, menyerahkan Museum kepada pemerintah Republik Indonesia. Sejak itu pengelolaan museum resmi oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Arkeologi, di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan di website Museum Nasional Republik Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan bahwa koleksinya telah mencapai 109.342 buah. Jumlah koleksi itulah yang membuat museum ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun 2006 jumlah koleksinya sudah melebihi 140.000 buah, tapi baru sepertiganya saja yang dapat diperlihatkan kepada khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ini terletak di Jalan Merdeka Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Koleksi Museum Nasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWI4shqYWI/AAAAAAAAALY/RY46DZCpc7s/s1600-h/180px-Singosari_1351.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 238px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWI4shqYWI/AAAAAAAAALY/RY46DZCpc7s/s320/180px-Singosari_1351.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320309042414510434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Museum Gajah banyak mengkoleksi benda-benda kuno dari seluruh Nusantara. Antara lain yang termasuk koleksi adalah arca-arca kuna, prasasti, benda-benda kuna lainnya dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut dikategorisasikan ke dalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, dan benda berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum gedung Perpustakaan Nasional RI yang terletak di Jalan Salemba 27, Jakarta Pusat didirikan, koleksi Museum Gajah termasuk naskah-naskah manuskrip kuna. Naskah-naskah tersebut dan koleksi perpustakaan Museum Gajah kini disimpan di Perpustakaan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber koleksi banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini terbanyak dan terlengkap di dunia. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi yang menarik adalah Patung Bhairawa patung yang tertinggi di Museum Nasional dengan tinggi 414 cm ini merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa (pancaran Buddha) di bumi. Patung ini berupa laki-laki berdiri diatas mayat dan deretan tengkorak serta memegang cangkir dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek dengan gaya Arab ditangan kanannya, ditemukan di Padang Roco, Sumatra Barat. Diperkirakan patung ini berasal dari abad ke 13 - 14. Koleksi arca Buddha tertua di Museum ini berupa arca Buddha Dipangkara yang terbuat dari perunggu, disimpan dalam ruang perunggu dalam kotak kaca tersendiri, berbeda nasibnya dengan arca Buddha, arca Hindu tertua di Nusantara, yaitu Wisnu Cibuaya (sekitar 4M) terletak di ruang arca batu tanpa teks label dan terhalang oleh arca Ganesha dari candi Banon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemeliharaan Koleksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada 1960an, pernah terjadi pencurian koleksi emas yang dilakukan oleh kelompok pimpinan Kusni Kasdut. Pada 1979 terjadi pula pencurian koleksi uang logam. Pada 1987 beberapa koleksi keramik senilai Rp. 1,5 milyar. Dan pada 1996 pencurian lukisan yang bisa ditemukan kembali di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menyadarkan pengelola bahwa keamanan adalah faktor penting untuk menjaga koleksi. Karena itu museum dilengkapi dengan alarm, kamera pengaman, dan 17 petugas keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi koleksi dijaga dengan ketat dengan usaha konservasi. Terutama adalah koleksi dari kertas yang butuh penanganan hati-hati. Seringkali bagian koleksi yag rusak diganti dengan bahan tiruan. Meskipun hal ini mengurangi otentisitas, tetapi tetap mempertimbangkan sisi estetika dan bentuk asli karya yang dikonservasi. Sering pula ditemui usaha rekonstruksi untuk mengganti koleksi yang rusak parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, hal ini memperlihatkan sikap umum museum di kebanyakan wilayah Asia yang lebih mengutamakan restorasi daripada menjaga ontentisitas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-1376055886579327235?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/1376055886579327235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/museum-gajah-atau-museum-nasional-ri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/1376055886579327235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/1376055886579327235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/museum-gajah-atau-museum-nasional-ri.html' title='Museum Gajah atau Museum Nasional RI'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdWH4A7nf8I/AAAAAAAAALQ/e1ZoeaAEmyM/s72-c/300px-Museum_Nasional_Indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-573361531183351256</id><published>2009-04-01T22:18:00.001+07:00</published><updated>2009-04-01T22:22:31.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Pantai'/><title type='text'>Seawalker di Pantai Sanur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdOGDAl0kQI/AAAAAAAAALI/WQLyhD5JUWc/s1600-h/seawalker4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdOGDAl0kQI/AAAAAAAAALI/WQLyhD5JUWc/s320/seawalker4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319742971111051522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah wisata bahari kali ini, kita akan mencoba salah satu olahraga air yang seru dan asyik di Bali. Bukan snorkeling, scuba diving atau surfing, tapi seawalker alias berjalan di dasar laut. Lokasinya di pantai Sanur, dekat hotel Puri Santrian. Perlengkapan yang dipakaipun cukup helm dive yg dirancang khusus untuk aktifitas bawah laut seperti Seawalker. Dan yang menarik, aktifitas yang satu ini bisa diikuti bahkan oleh yang tidak bisa berenang sama sekali. Tanya kenapa?&lt;br /&gt;Sebelum terjun ke laut, kita akan diberikan briefing dulu mengenai teknik-teknik saat menyelam nantinya di hotel Puri Santrian Sanur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita akan diantar dengan boat menuju ke pontoon-nya Seawalker yg berada di tengah laut. Di sini kita akan dipasangkan helm khusus yg dialiri oleh oksigen murni. Dipandu oleh sang instruktur, kita akan menuruni tangga yg ada untuk turun menjejakkan kaki didasar laut yg kedalamannya sekitar 5-7 meter saja. Tetap tenang dan nyantai saja, karena kita tidak merasa ada perbedaan antara bernafas di darat dengan bernafas didalam air. Tidak masalah jika anda memakai kacamata atau kontak lens, helm unik ini tidak tembus. Jadi anda tetap bisa memakai kacamata anda di bawah air. Di dalam air, kita bisa berjalan-jalan menikmati pesona bawah laut yg ada sambil memberikan makan ikan-ikan yang menari-nari. Kira-kira setelah 30 menit menyelam, kita akan diajak naik menuju ke pontoon dan selanjutnya diantar lagi oleh boat menuju ke daratan untuk menikmati makan siang yg ada di restaurant hotel Puri Santrian. Total waktu yg kita butuhkan untuk aktivitas ini dari mulai penjemputan sampai kembali ke hotel sekitar 4 jam. Akan lebih bagus dan menarik untuk mengikuti trip pagi biar dapat air yg bagus dan jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga Seawalker Option 1 sudah termasuk :&lt;br /&gt;Antar jemput lokasi dengan kendaraan full AC, peralatan dengan standar keamanan internasional, asuransi jiwa, shower dan ruang ganti, lunch, air mineral, intruktur yang professional,serta pemakaian handuk.&lt;br /&gt;Harga : Rp. 570.000/orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga Seawalker Option 2 sudah termasuk :&lt;br /&gt;Peralatan dengan standar keamanan internasional, asuransi jiwa, shower dan ruang ganti,  air mineral, intruktur yang professional,serta pemakaian handuk.&lt;br /&gt;Harga : Rp. 480.000/orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat dan Ketentuan :&lt;br /&gt;1. Peserta minimum berusia 9 tahun atau minimal tinggi 140 cm.&lt;br /&gt;2. Pembatalan kurang dari 5 hari, cancelation fee dikenakan 100%&lt;br /&gt;3. Minimal peserta adalah 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjemputan:&lt;br /&gt;Untuk jadwal  penjemputan jam 07.15-07.30, jam 07.30-08.00 dan  jam 12.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemesanan dan Pembayaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Untuk pemesanan, hubungi (0361) 7977824 atau kirim email ke sales@e-kuta.com. Untuk informasi lebih lengkap, bisa klik di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-573361531183351256?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/573361531183351256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/seawalker-di-pantai-sanur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/573361531183351256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/573361531183351256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/04/seawalker-di-pantai-sanur.html' title='Seawalker di Pantai Sanur'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdOGDAl0kQI/AAAAAAAAALI/WQLyhD5JUWc/s72-c/seawalker4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-4332449296841822157</id><published>2009-03-31T14:16:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T14:18:11.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitologi'/><title type='text'>Dewi Cinta , Aphrodite</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdHDS_HRheI/AAAAAAAAALA/cATFybyI5K8/s1600-h/Venus8.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 306px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdHDS_HRheI/AAAAAAAAALA/cATFybyI5K8/s320/Venus8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319247365848270306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aphrodite adalah Dewi Cinta dan Kecantikan dalam mitologi Yunani. Dalam legenda Romawi disebut sebagai Venus. Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Aphrodite. Legenda pertama menyebutkan Aphrodite adalah putri dari Zeus dan Dione. Tetapi legenda ini kurang populer. Legenda kedua menyebutkan bahwa Aphrodite lahir dari alat kelamin Uranus sang Titan yang dikebiri oleh Cronus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aphrodite sangat populer dikalangan para dewa. Zeus khawatir akan terjadi peperangan diantara para dewa (karena memperebutkan Aphrodite) sehingga menikahkannya dengan Hephaestus dan memiliki seorang putra, Eros yang menjadi Dewa Asmara. Aphrodite juga dikisahkan berselingkuh dengan Ares, Dewa Perang hingga memiliki 2 putra yaitu Deimos dan Phobos, dan seorang putri yaitu Harmonia. Eros dan Anteros juga sering disebut-sebut sebagai putra dari Aphrodite dan Ares.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-4332449296841822157?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/4332449296841822157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/dewi-cinta-aphrodite.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/4332449296841822157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/4332449296841822157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/dewi-cinta-aphrodite.html' title='Dewi Cinta , Aphrodite'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdHDS_HRheI/AAAAAAAAALA/cATFybyI5K8/s72-c/Venus8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-1217694495102715799</id><published>2009-03-31T12:33:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T12:41:14.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGrX6qu0JI/AAAAAAAAAKo/uwulKGhtxpw/s1600-h/peta_aopa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGrX6qu0JI/AAAAAAAAAKo/uwulKGhtxpw/s320/peta_aopa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319221062275092626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah, hutan bakau, hutan pantai, savana, dan hutan rawa air tawar di Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vegetasi savana di taman nasional ini memiliki ciri khas dan keunikan, karena merupakan asosiasi antara padang rumput dengan tumbuhan agel, lontar dan bambu duri serta semak belukar, juga tumbuhan di sepanjang sungai-sungai yang mengalir di padang savana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanekaragaman tumbuhan di dalam kawasan ini sangat menonjol yaitu setidaknya tercatat 89 famili, 257 genus dan 323 spesies tumbuhan, diantaranya lara (Metrosideros petiolata), sisio (Cratoxylum formosum), kalapi (Callicarpa celebica), tongke (Bruguiera gimnorrhiza), lontar (Borassus flabellifer), dan bunga teratai (Victoria spp.).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kawasan ini juga menjadi habitat berbagai jenis burung, tercatat 155 jenis burung ada di dalamnya, 32 jenis diantaranya tergolong langka dan 37 jenis tergolong endemik. Burung-burung tersebut antara lain maleo (Macrocephalon maleo), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus episcopus), raja udang kalung putih (Halcyon chloris chloris), kakatua putih besar (Cacatua galerita triton), elang-alap dada-merah (Accipiter rhodogaster rhodogaster), merpati hitam Sulawesi (Turacoena manadensis), dan punai emas (Caloena nicobarica), Terdapat satu jenis burung endemik di Sulawesi Tenggara yaitu kacamata Sulawesi (Zosterops consobrinorum). Burung tersebut tidak pernah terlihat selama puluhan tahun yang lalu, namun saat ini terlihat ada di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGrtvkCr6I/AAAAAAAAAKw/XPZy2lAttIM/s1600-h/aopa.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 236px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGrtvkCr6I/AAAAAAAAAKw/XPZy2lAttIM/s320/aopa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319221437251366818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jenis primata yang ada yaitu tangkasi/podi (Tarsius spectrum spectrum) dan monyet hitam (Macaca nigra nigra). Satwa langka dan dilindungi lainnya seperti anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), anoa pegunungan (B. quarlesi), soa-soa (Hydrosaurus amboinensis), kuskus kerdil (Strigocuscus celebensis celebensis), rusa (Cervus timorensis djonga), babirusa (Babyrousa babyrussa celebensis), dan musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pulau Harapan II&lt;/span&gt;. Terletak di tengah-tengah Rawa Aopa untuk melihat panorama alam rawa, burung air yang sedang mengintai ikan, dan bersampan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pantai Lanowulu&lt;/span&gt;. Bersampan di sepanjang sungai menuju pantai, hutan bakau, berenang, dan wisata bahari.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gunung Watumohai&lt;/span&gt;. Pendakian dan berkemah. Di lereng gunung tersebut terdapat padang savana untuk melihat ratusan ekor rusa yang sedang merumput, burung-burung, dan satwa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Tolaki pada bulan Desember di Kendari.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Musim kunjungan terbaik&lt;/span&gt;: bulan Juni s/d Oktober setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara pencapaian lokasi&lt;/span&gt;: Kendari-Punggaluku-Tinanggea-Lanowulu (+ 120 km) dengan waktu dua jam 30 menit, atau Kendari-Motaha-Tinanggea-Lanowulu (± 130 km) selama tiga jam, dan Kendari-Lambuya-Aopa-Lanowulu berjarak + 145 km dengan waktu tempuh sekitar empat jam menggunakan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGsmL_646I/AAAAAAAAAK4/_ZJnBnkKxC0/s1600-h/aopa02.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGsmL_646I/AAAAAAAAAK4/_ZJnBnkKxC0/s320/aopa02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319222406957163426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dinyatakan Menteri Kehutanan, tahun 1989&lt;br /&gt;dengan luas 96.804 hektar&lt;br /&gt;Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 756/Kpts-II/1990&lt;br /&gt;dengan luas 105.194 hektar&lt;br /&gt;Ditetapkan ---&lt;br /&gt;Letak Kab. Kendari, Kab. Buton dan Kab. Kolaka,&lt;br /&gt;Provinsi Sulawesi Tenggara&lt;br /&gt;Temperatur udara 23° - 30° C&lt;br /&gt;Ketinggian tempat 0 - 981 meter dpl&lt;br /&gt;Letak geografis 4°00’ - 4°36’ LS, 121°46’ - 122°09’ BT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber www.dephut.go.id &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-1217694495102715799?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/1217694495102715799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/taman-nasional-rawa-aopa-watumohai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/1217694495102715799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/1217694495102715799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/taman-nasional-rawa-aopa-watumohai.html' title='Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGrX6qu0JI/AAAAAAAAAKo/uwulKGhtxpw/s72-c/peta_aopa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-2316244967648166957</id><published>2009-03-31T12:16:00.001+07:00</published><updated>2009-03-31T12:22:46.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Taman Nasional Way Kambas, Lampung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGnVbapUEI/AAAAAAAAAKg/EuwDHbK0Dpg/s1600-h/kambas2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGnVbapUEI/AAAAAAAAAKg/EuwDHbK0Dpg/s320/kambas2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319216621479874626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat latihan gajah ini didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan menjinakan gajah sekitar 290 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Atraksi budaya di luar taman nasional&lt;/span&gt;:Festival Krakatau pada bulan Juli di Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d September setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pencapaian lokasi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara pencapaian lokasi: Bandar Lampung-Metro-Way Jepara menggunakan mobil sekitar dua jam (112 km), Branti-Metro-Way Jepara sekitar satu jam 30 menit (100 km), Bakauheni-Panjang-Sribawono-Way Jepara sekitar tiga jam (170 km), Bakauheni-Labuan Meringgai-Way Kambas sekitar dua jam.&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kantor: Jl. Raya Way Jepara&lt;br /&gt;                Labuan Ratu Lama, Lampung&lt;br /&gt;                Telp. (0725) 44220&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyatakan Menteri Pertanian, Tahun 1982&lt;br /&gt;Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 14/Menhut- II/1989 dengan luas 130.000 hektar&lt;br /&gt;Ditetapkan Menteri Kehutanan, SK No. 670/Kpts-II/1999&lt;br /&gt;dengan luas 125.621,3 hektar&lt;br /&gt;Letak Kab. Lampung Tengah dan Kab. Lampung&lt;br /&gt;Timur, Provinsi Lampung&lt;br /&gt;Temperatur udara 28° - 37° C&lt;br /&gt;Curah hujan 2.500 - 3.000 mm/tahun&lt;br /&gt;Ketinggian tempat 0 - 60 m. dpl&lt;br /&gt;Letak geografis 4°37’ - 5°15’ LS, 106°32’ - 106°52’ BT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber www.dephut.go.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-2316244967648166957?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/2316244967648166957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/taman-nasional-way-kambas-lampung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2316244967648166957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2316244967648166957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/taman-nasional-way-kambas-lampung.html' title='Taman Nasional Way Kambas, Lampung'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGnVbapUEI/AAAAAAAAAKg/EuwDHbK0Dpg/s72-c/kambas2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-5322814640279267895</id><published>2009-03-31T12:03:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T12:12:04.100+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Taman nasional Alas Purwo, Jatim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGkOHX-JVI/AAAAAAAAAKI/zSYtWQX3Uyo/s1600-h/peta_alaspurw.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGkOHX-JVI/AAAAAAAAAKI/zSYtWQX3Uyo/s320/peta_alaspurw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319213197305980242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan khas dan endemik pada taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong). Tumbuhan lainnya adalah ketapang (Terminalia cattapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 13 jenis bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGkfx631eI/AAAAAAAAAKQ/zex_3W48BNs/s1600-h/purwo.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGkfx631eI/AAAAAAAAAKQ/zex_3W48BNs/s320/purwo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319213500784432610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sekitar taman nasional sarat dan kental dengan warna budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram, dan meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidaklah aneh apabila banyak orang-orang yang melakukan semedhi maupun mengadakan upacara religius di Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu yaitu Pagerwesi. Upacara tersebut diadakan setiap jangka waktu 210 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman nasional ini memiliki ragam obyek dan daya tarik wisata alam dan wisata budaya (sea, sand, sun, forest, wild animal, sport and culture) yang letaknya tidak begitu jauh satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sadengan.&lt;/span&gt; Terletak 12 km (30 menit) dari pintu masuk Pasaranyar, merupakan padang pengembalaan satwa seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trianggulasi&lt;/span&gt;. Terletak 13 km dari pintu masuk Pasaranyar berupa pantai pasir putih dengan formasi hutan pantai untuk kegiatan wisata bahari dan berkemah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pantai Ngagelan&lt;/span&gt;. Terletak 7 km dari Trianggulasi untuk melihat beberapa jenis penyu mendarat untuk bertelur di pantai dan aktivitas penangkaran penyu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Plengkung&lt;/span&gt;. Melihat perselancar profesional tingkat dunia yang sedang melakukan atraksi dan wisata penelusuran hutan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bedul Segoro Anak&lt;/span&gt;. Bersampan, berenang, ski air di danau dan pengamatan burung migran dari Australia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Goa&lt;/span&gt;. Terdapat 40 buah tempat yang dapat disebut sebagai goa alam dan buatan antara lain Goa Jepang untuk melihat peninggalan dua buah meriam sepanjang 6 meter, Goa Istana, Goa Padepokan dan goa lainnya untuk wisata budaya dan wisata goa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara pencapaian lokasi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyuwangi-Pasaranyar 65 km, dan Pasaranyar-Trianggulasi 12 km menggunakan mobil. Trianggulasi-Plengkung, menyelusuri pantai sepanjang 10 km. Lokasi lainnya seperti Danau Segara Anak, Sadengan, Rowobendo dapat ditempuh berjalan kaki dari Trianggulasi. &lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGl3vhsOkI/AAAAAAAAAKY/hmDocIVWObk/s1600-h/banteng2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGl3vhsOkI/AAAAAAAAAKY/hmDocIVWObk/s320/banteng2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319215011970431554" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-5322814640279267895?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/5322814640279267895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/taman-nasional-alas-purwo-jatim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/5322814640279267895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/5322814640279267895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/taman-nasional-alas-purwo-jatim.html' title='Taman nasional Alas Purwo, Jatim'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SdGkOHX-JVI/AAAAAAAAAKI/zSYtWQX3Uyo/s72-c/peta_alaspurw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-7626693268489596473</id><published>2009-03-28T14:45:00.000+07:00</published><updated>2009-03-28T14:48:46.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Air terjun Angel, Rio Caroni Venezuela</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sc3VoT65nRI/AAAAAAAAAKA/bpQiWkUtsI4/s1600-h/275px-Salto_Angel_from_Raton.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sc3VoT65nRI/AAAAAAAAAKA/bpQiWkUtsI4/s400/275px-Salto_Angel_from_Raton.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318141623513226514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Air Terjun Angel atau Salto Angel adalah air terjun jatuh-bebas tertinggi di dunia dengan ketinggian 979 meter (3.212 kaki) dengan jatuh tanpa hambatan sekitar 807 meter (2.647 kaki). Air terjun ini terletak di Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pertama kali dilihat di awal abad ke-20 oleh penjelajah Ernesto de Santa Cruz, air terjun ini tidak dikenal dunia sampai ditemukan secara resmi oleh penerbang Amerika, James Crawford Angel yang sedang terbang mencari lokasi tambang emas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1936, James Angel kembali dan mendaratkan pesawatnya di dekat air terjun. Air terjun ini dinamakan "Air terjun Angel" untuk mengenang penemunya, James Crawford Angel. Suku Indian Pemon menyebut air terjun ini sebagai "Auyan-tepui" ("Aiyan-tepui") yang berarti "Gunung Setan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketinggian resminya ditentukan oleh National Geographic Society pada 1949. Air terjun ini merupakan atraksi turis paling terkenal di Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-7626693268489596473?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/7626693268489596473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/air-terjun-angel-rio-caroni-venezuela.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/7626693268489596473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/7626693268489596473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/air-terjun-angel-rio-caroni-venezuela.html' title='Air terjun Angel, Rio Caroni Venezuela'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sc3VoT65nRI/AAAAAAAAAKA/bpQiWkUtsI4/s72-c/275px-Salto_Angel_from_Raton.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-8292217524582047661</id><published>2009-03-27T21:54:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T22:00:18.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Air Terjun Curug Cigentis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sczo5fufvwI/AAAAAAAAAJo/Wz-HOyToY4U/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sczo5fufvwI/AAAAAAAAAJo/Wz-HOyToY4U/s400/12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317881334484418306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cigentis merupakan salah satu wana wisata seluas 5 ha yang secara administratif pemerintahan terletak di Desa Mekar Buana Kecamatan Pangkalan, Kabupaten daerah Tingkat II Karawang. Sedangkan menurut wilayah pengelolaan hutan termasuk RPH Cigunungsari BKPH Purwakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dan menantang berupa pegunungan dan persawahandan perkampungan penduduk yang masih tradisional. Potensi visual lansekap di dalam kawasan yang mempunyai kharakteristik yang khas dengan curug dan lembah pada hutan lindung dengan keanekaragaman jenisnya yang cukup tinggi, diantaranya pohon Rasamala, Puspa, Kibanen dan pakis, jenis-jenis pasang dan jenis-jenis bambu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczpKCYuMYI/AAAAAAAAAJw/gcY6GW6Blg0/s1600-h/13.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 107px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczpKCYuMYI/AAAAAAAAAJw/gcY6GW6Blg0/s400/13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317881618666238338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Disekitar Cigentis terdapat tempat-tempat keramat sepert:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Tempat Jiarah Di Gunung Sangga Buana&lt;br /&gt;   2. Air terjun dengan pemandian yang konon menurut cerita turun temurun bila mandi disini bisa awet jaya.&lt;br /&gt;   3. Tempat makan buyut yang mempunyai nilai sejarah di Kabupaten Karawang, karena berdasarkan cerita makam bekas para wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan adanya tempat keramat diatas, banyak para pengunjung yang sengaja datang untuk melihat tempat tersebut, baik dari dalam daerah maupun luar daerah Kabupaten Karawang bahkan sering dipakai untuk berkemah para pelajar, Pramuka dan mahasiswa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cigentis yang dikelola Perum Perhutani sejak tahun 1995 konon pada jaman dulu merupakan hutan rimba alam yang sangat baik dan banyak digunakan untuk bertapa. Status kawasan hutan lindung/lapangan dengan tujuan istimewa (LDTI)&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczpcLkDSbI/AAAAAAAAAJ4/Vu3avoy6hr8/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczpcLkDSbI/AAAAAAAAAJ4/Vu3avoy6hr8/s400/14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317881930367322546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fasilitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang terdapat di WW Curug Cigentis antara lain loket karcis, MCK, shelter, jalan setapak, kolam renang alam, rambu-rambu obyek dan tempat sampah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aksebilitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wana wisata Curug Cigentis dapat dilalui dengan kendaraan roda 4 dengan kondisi jalan beraspal. Pencapaian ke lokasi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;-             Karawang – Jalan tol – Kantor asper lk 30 km&lt;br /&gt;-             Kantor asper – Parakan Badak lk 10 km&lt;br /&gt;-             Parakan Badak – Jayanti lk 3,5 km&lt;br /&gt;-             Jayanti – Curug Cigentis lk 1,5 km (jalan setapak)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber &lt;a href="www.tourismwestjava.com"&gt;www.tourismwestjava.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-8292217524582047661?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/8292217524582047661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/air-terjun-curug-cigentis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8292217524582047661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8292217524582047661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/air-terjun-curug-cigentis.html' title='Air Terjun Curug Cigentis'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sczo5fufvwI/AAAAAAAAAJo/Wz-HOyToY4U/s72-c/12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-3646754020153205306</id><published>2009-03-27T21:45:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T21:53:27.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Pantai'/><title type='text'>Pantai Pangandaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczmqN_oRII/AAAAAAAAAJI/u3l_wfWtDj8/s1600-h/b.150.100.16777215.0..stories.pangandaran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczmqN_oRII/AAAAAAAAAJI/u3l_wfWtDj8/s400/b.150.100.16777215.0..stories.pangandaran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317878873003148418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran merupakan hutan sekunder tua yang berumur antara 50 – 60 tahun mendominasi kawasan TWA Pangandaran. Selebihnya adalah sisa-sisa hutan primer yang tidak luas dan terpencar letaknya, serta sedikit hutan pantai.&lt;br /&gt;Pohon-pohon di hutan sekunder tua di dalam kawasan TWA Pangandaran memiliki ketinggian rata-rata antara 25 – 35 m, dengan jenis-jenis yang dominan diantaranya Laban (Vitex pubescens). Ki segel (Dillenia excelsa) dan marong (Cratoxylon formosum), juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti Pohpohan (Buchania arborescens), Kondang (Ficus variegata), dan Benda (Disoxyllum caulostachyllum). Pohon-pohon tersebut umumnya ditandai oleh tumbuhnya jenis tumbuhan liana dan epifit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan. Ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti Butun (Barringtonia aseatica), Ketapang (Terminalia catappa), Nyamplung (Callophyllum inophyllum) dan Waru Laut (Hibiscus tiliaceus).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScznLXsl_YI/AAAAAAAAAJY/dy-I8VUVals/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScznLXsl_YI/AAAAAAAAAJY/dy-I8VUVals/s400/1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317879442543345026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai ragam floranya, kawasan  taman wisata alam Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar. Jenis satwa liar yang dapat dijumpai pada kawasan ini antara lain : Tando ( Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung&lt;br /&gt;(Presbytis cristata), kalong (Pteropus campyrus), Banteng (Bos sondaicus), Rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanica), dan landak (Hystrix javanica).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan jenis-jenis burung yang dapat dijumpai antara lain burung Canghegar (gallus varius), Tlungtumpuk (Magalaema javensis), Cipeuw (Aegitina tiphia), Larwo (Copsychus malaharicus) dan jogjog (Pycnonotus plumosus).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScznZBuGISI/AAAAAAAAAJg/5mUn0htC6Fc/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScznZBuGISI/AAAAAAAAAJg/5mUn0htC6Fc/s400/2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317879677162234146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jenis Amphibi yang dapat ditemui diantaranya adalah Katak pohon (Rhacopnorus leucomistak), Katak buduk (Bufo melanostictus), dan Bancet (Rana limnocharis). Sedangkan jenis Reptilia yang dapat ditemui diantaranya adalah Biawak (Dracopolon sp), tokek (Gecko gecko) dan beberapa jenis ular, antara lain Ular pucuk (Dryopsis prasinus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber &lt;a href="www.tourismwestjava.com"&gt;www.tourismwestjava.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-3646754020153205306?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/3646754020153205306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/pantai-pangandaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3646754020153205306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3646754020153205306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/pantai-pangandaran.html' title='Pantai Pangandaran'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczmqN_oRII/AAAAAAAAAJI/u3l_wfWtDj8/s72-c/b.150.100.16777215.0..stories.pangandaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-6067789050413815820</id><published>2009-03-27T20:26:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T20:28:54.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Adat'/><title type='text'>Rumah Gadang, Minagkabau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczUUdQj55I/AAAAAAAAAJA/QKhKH05fWcc/s1600-h/180px-Rumah_Gadang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczUUdQj55I/AAAAAAAAAJA/QKhKH05fWcc/s400/180px-Rumah_Gadang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317858707934275474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rumah Gadang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau, provinsi Sumatra Barat.Rumah ini memiliki keunikan bentuk arsitektur yaitu dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi. Rumah Gadang pada sayap bangunan sebelah kanan dan kirinya terdapat ruang anjuang (anjung) sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat, karena itu rumah Gadang dinamakan pula sebagai rumah Baanjuang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anjuang pada keselarasan Bodi-Chaniago tidak memakai tongkat penyangga di bawahnya, sedangkan untuk golongan kesalarasan Koto-Piliang memakai tongkat penyangga. Hal ini sesuai filosofi yang dianut kedua golongan ini yang berbeda, salah satu golongan menganut prinsip pemerintahan yang hirarkies menggunakan anjuang yang memakai tongkat penyangga, pada golongan lainnya anjuang seolah-olah mengapung di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-6067789050413815820?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/6067789050413815820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/rumah-gadang-minagkabau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6067789050413815820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6067789050413815820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/rumah-gadang-minagkabau.html' title='Rumah Gadang, Minagkabau'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczUUdQj55I/AAAAAAAAAJA/QKhKH05fWcc/s72-c/180px-Rumah_Gadang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-6303754860527186043</id><published>2009-03-27T19:26:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T19:29:32.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Pengertian kebudayan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczGTp_pFcI/AAAAAAAAAI0/5NewaVSXsvc/s1600-h/220px-Initiation_ritual_of_boys_in_Malawi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczGTp_pFcI/AAAAAAAAAI0/5NewaVSXsvc/s400/220px-Initiation_ritual_of_boys_in_Malawi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317843301010314690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-6303754860527186043?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/6303754860527186043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/pengertian-kebudayan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6303754860527186043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6303754860527186043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/pengertian-kebudayan.html' title='Pengertian kebudayan'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SczGTp_pFcI/AAAAAAAAAI0/5NewaVSXsvc/s72-c/220px-Initiation_ritual_of_boys_in_Malawi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-8955171334690213007</id><published>2009-03-26T20:18:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T20:21:27.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kerajaan'/><title type='text'>Kelahiran Kekaisaran Romawi (30 SM)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScuAwW7VsyI/AAAAAAAAAIo/IAqQnoS903c/s1600-h/200px-Statue-Augustus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScuAwW7VsyI/AAAAAAAAAIo/IAqQnoS903c/s400/200px-Statue-Augustus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317485353317544738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Julius Caesar tewas, ia digantikan oleh kemenakannya yang bernama Octavianus. Namun pada awal pemerintahannya, Octavianus mendapat banyak perlawanan dari saingan-saingannya. Oleh karenanya, ia sepakat untuk memerintah sebagai bagian dari sebuah Triumvirat (sebuah dewan pemerintahan yang terdiri atas tiga serangkai) bersama-sama Marcus Lepidus (?-13 SM) dan Marcus Antonius (83-30 SM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi, pemerintahan Triumvirat ini tidak cukup berhasil, sehingga menimbulkan pemberontakan yang dipimpin Gaius Cassius dan Markus Yunius Brutus. Setelah pemberontak berhasil dihancurkan, Triumvirat sepakat untuk membagi kekuasaan secara geografis, dengan Octavianus di Eropa, Lepidus di Afrika dan Antonius di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, Markus Antonius mengawali pemerintahannya di kota kosmopolitan Alexandria, disana ia bertemu dengan ratu Mesir Cleopatra (69-30 SM) yang kemudian ia nikahi. Ia menetapkan ketiga anaknya sebagai penggantinya dan sering kali ia menghadiahi istrinya dengan benda-benda yang mahal, bahkan timbul kabar angin bahwa ia akan menghadiahkan kota Roma (yang dikuasai Octavianus) kepada Cleopatra, sebagai hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kabar angin itu merebak dan terdengar oleh Octavianus, ia menjadi berang dan mendeklarasikan perang. Kedua belah pihak berhadapan muka di Pertempuran Actium Pada tahun 31 SM. Pada pertempuran itu, pasukan Anthony berhasil di desak dan di kalahkan (Anthony dan Cleopatra kemudian mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri pada tahun 30 SM. Octavianus mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar romawi dengan menyandang nama baru, Kaisar Augustus. Dengan pendeklarasian ini, maka Kekaisaran Romawi resmi didirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-8955171334690213007?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/8955171334690213007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/kelahiran-kekaisaran-romawi-30-sm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8955171334690213007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8955171334690213007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/kelahiran-kekaisaran-romawi-30-sm.html' title='Kelahiran Kekaisaran Romawi (30 SM)'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScuAwW7VsyI/AAAAAAAAAIo/IAqQnoS903c/s72-c/200px-Statue-Augustus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-550243756924145871</id><published>2009-03-26T17:40:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T17:54:23.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kota'/><title type='text'>Sejarah Pelabuhan Tua Sunda Kelapa, Batavia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sctbwh6LjaI/AAAAAAAAAIY/3U1AI7sYXNw/s1600-h/180px-Pelabuhan_Haven_Batavia_Tempo_Doeloe.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sctbwh6LjaI/AAAAAAAAAIY/3U1AI7sYXNw/s400/180px-Pelabuhan_Haven_Batavia_Tempo_Doeloe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317444674335247778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sunda Kelapa adalah nama sebuah pelabuhan dan tempat sekitarnya di Jakarta, Indonesia. Pelabuhan ini terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah nama salah satu pelabuhan di Jakarta, daerah ini sangat penting karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Kala itu Sunda Kelapa milik Kerajaan Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran atau Pajajaran (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada jaman pendahulu Kerajaan Sunda, yaitu kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kelapa menggunakan bahasa Malayu yang umum di Sumatera, yang kemudian dijadikan bahasa nasional, jauh sebelum peristiwa Sumpah Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masa Hindu-Buddha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sumber Portugis, Sunda Kelapa merupakan salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Sunda Kelapa yang dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo (dalam bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti kota) dalam tempo dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelabuhan ini telah dipakai sejak zaman Tarumanagara dan diperkirakan sudah ada sejak abad ke-5 dan saat itu disebut Sundapura. Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk milik Kerajaan Sunda, yang memiliki ibukota di Pakuan Pajajaran atau Pajajaran yang saat ini menjadi Kota Bogor. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masa Islam dan awal kolonialisme Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16, para penjelajah Eropa mulai berlayar mengunjungi sudut-sudut dunia. Bangsa Portugis berlayar ke Asia dan pada tahun 1511, mereka bahkan bisa merebut kota pelabuhan Malaka, di Semenanjung Malaka. Malaka dijadikan basis untuk penjelajahan lebih lanjut di Asia Tenggara dan Asia Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tome Pires, salah seorang penjelajah Portugis, mengunjungi pelabuhan-pelabuhan di pantai utara Pulau Jawa antara tahun 1512 dan 1515. Ia menggambarkan bahwa pelabuhan Sunda Kelapa ramai disinggahi pedagang-pedagang dan pelaut dari luar seperti dari Sumatra, Malaka, Sulawesi Selatan, Jawa dan Madura. Menurut laporan tersebut, di Sunda Kelapa banyak diperdagangkan lada, beras, asam, hewan potong, emas, sayuran serta buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Portugis menjelaskan bahwa Sunda Kelapa terbujur sepanjang satu atau dua kilometer di atas potongan-potongan tanah sempit yang dibersihkan di kedua tepi sungai Ciliwung. Tempat ini ada di dekat muaranya yang terletak di teluk yang terlindung oleh beberapa buah pulau. Sungainya memungkinkan untuk dimasuki 10 kapal dagang yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 100 ton. Kapal-kapal tersebut umumnya dimiliki oleh orang-orang Melayu, Jepang dan Tionghoa. Di samping itu ada pula kapal-kapal dari daerah yang sekarang disebut Indonesia Timur. Sementara itu kapal-kapal Portugis dari tipe kecil yang memiliki kapasitas muat antara 500 - 1.000 ton harus berlabuh di depan pantai. Tome Pires juga menyatakan bahwa barang-barang komoditas dagang Sunda diangkut dengan lanchara, yaitu semacam kapal yang muatannya sampai kurang lebih 150 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada tahun 1522 Gubernur Alfonso d'Albuquerque yang berkedudukan di Malaka mengutus Henrique Leme untuk menghadiri undangan raja Sunda untuk membangun benteng keamanan di Sunda Kalapa untuk melawan orang-orang Cirebon yang bersifat ekspansif. Sementara itu kerajaan Demak sudah menjadi pusat kekuatan politik Islam. Orang-orang Muslim ini pada awalnya adalah pendatang dari Jawa dan merupakan orang-orang Jawa keturunan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada tanggal 21 Agustus 1522 dibuatlah suatu perjanjian yang menyebutkan bahwa orang Portugis akan membuat loji (perkantoran dan perumahan yang dilengkapi benteng) di Sunda Kelapa, sedangkan Sunda Kelapa akan menerima barang-barang yang diperlukan. Raja Sunda akan memberikan kepada orang-orang Portugis 1.000 keranjang lada sebagai tanda persahabatan. Sebuah batu peringatan atau padraõ dibuat untuk memperingati peristiwa itu. Padrao dimaksud disebut sebagai layang salaka domas dalam cerita rakya Sunda Mundinglaya Dikusumah. Padraõ itu ditemukan kembali pada tahun 1918 di sudut Prinsenstraat (Jalan Cengkeh) dan Groenestraat (Jalan Nelayan Timur) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Demak menganggap perjanjian persahabatan Sunda-Portugal tersebut sebagai sebuah provokasi dan suatu ancaman baginya. Lantas Demak menugaskan Fatahillah untuk mengusir Portugis sekaligus merebut kota ini. Maka pada tanggal 22 Juni 1527, pasukan gabungan Demak-Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) merebut Sunda Kelapa. Tragedi tanggal 22 Juni inilah yang hingga kini selalu dirayakan sebagai hari jadi kota Jakarta. Sejak saat itu nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai kota kemenangan atau kota kejayaan, namun sejatinya artinya ialah "kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha" dari bahasa Sansekerta jayakṛta (Dewanagari जयकृत).[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masa kolonialisme Belanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Demak di Jayakarta tidak berlangsung lama. Pada akhir abad ke-16, bangsa Belanda mulai menjelajahi dunia dan mencari jalan ke timur. Mereka menugaskan Cornelis de Houtman untuk berlayar ke daerah yang sekarang disebut Indonesia. Eskspedisinya walaupun biayanya tinggi dianggap berhasil dan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) didirikan. Dalam mencari rempah-rempah di Asia Tenggara, mereka memerlukan basis pula. Maka dalam perkembangan selanjutnya pada tanggal 30 Mei 1619, Jayakarta direbut Belanda di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen yang sekaligus memusnahkannya. Di atas puing-puing Jayakarta didirikan sebuah kota baru. J.P. Coen pada awalnya ingin menamai kota ini Nieuw Hoorn (Hoorn Baru), sesuai kota asalnya Hoorn di Belanda, tetapi akhirnya dipilih nama Batavia. Nama ini adalah nama sebuah suku Keltik yang pernah tinggal di wilayah negeri Belanda dewasa ini pada zaman Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan sejarah, pelabuhan Sunda Kelapa pada masa awal ini dibangun dengan kanal sepanjang 810 meter. Pada tahun 1817, pemerintah Belanda memperbesarnya menjadi 1.825 meter. Setelah zaman kemerdekaan, dilakukan rehabilitasi sehingga pelabuhan ini memiliki kanal sepanjang 3.250 meter yang dapat menampung 70 perahu layar dengan sistem susun sirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abad ke-19&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1859, Sunda Kalapa sudah tidak seramai masa-masa sebelumnya. Akibat pendangkalan, kapal-kapal tidak lagi dapat bersandar di dekat pelabuhan sehingga barang-barang dari tengah laut harus diangkut dengan perahu-perahu. Kota Batavia saat itu sebenarnya sedang mengalami percepatan dan sentuhan modern (modernisasi), apalagi sejak dibukanya Terusan Suez pada 1869 yang mempersingkat jarak tempuh berkat kemampuan kapal-kapal uap yang lebih laju meningkatkan arus pelayaran antar samudera. Selain itu Batavia juga bersaing dengan Singapura yang dibangun Raffles sekitar tahun 1819.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dibangunlah pelabuhan samudera Tanjung Priok, yang jaraknya sekitar 15 km ke timur dari Sunda Kelapa untuk menggantikannya. Hampir bersamaan dengan itu dibangun jalan kereta api pertama (1873) antara Batavia - Buitenzorg (Bogor). Empat tahun sebelumnya (1869) muncul trem berkuda yang ditarik empat ekor kuda, yang diberi besi di bagian mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu pada pertengahan abad ke-19 seluruh kawasan sekitar menara syahbandar yang ditinggali para elit Belanda dan Eropa menjadi tidak sehat. Dan segera sesudah wilayah sekeliling Batavia bebas dari ancaman binatang buas dan gerombolan budak pelarian, banyak orang Sunda Kalapa berpindah ke wilayah selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abad ke-20&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScteXuTm48I/AAAAAAAAAIg/Fg6K3IyYZqs/s1600-h/250px-Watchtower_Sunda_Kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 331px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScteXuTm48I/AAAAAAAAAIg/Fg6K3IyYZqs/s400/250px-Watchtower_Sunda_Kelapa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317447546701276098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pendudukan oleh bala tentara Dai Nippon yang mulai pada tahun 1942, Batavia diubah namanya menjadi Jakarta. Setelah bala tentara Dai Nippon keluar pada tahun 1945, nama ini tetap dipakai oleh Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. Kemudian pada masa Orde Baru, nama Sunda Kelapa dipakai kembali. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No.D.IV a.4/3/74 tanggal 6 Maret 1974, nama Sunda Kelapa dipakai lagi secara resmi sebagai nama pelabuhan. Pelabuhan ini juga biasa disebut Pasar Ikan karena di situ terdapat pasar ikan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-550243756924145871?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/550243756924145871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/sejarah-pelabuhan-tua-sunda-kelapa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/550243756924145871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/550243756924145871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/sejarah-pelabuhan-tua-sunda-kelapa.html' title='Sejarah Pelabuhan Tua Sunda Kelapa, Batavia'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sctbwh6LjaI/AAAAAAAAAIY/3U1AI7sYXNw/s72-c/180px-Pelabuhan_Haven_Batavia_Tempo_Doeloe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-2715749573260940880</id><published>2009-03-26T17:27:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T17:38:17.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kota'/><title type='text'>Sejarah Kota Medan, Sumut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SctY8UeklDI/AAAAAAAAAIQ/x1zwXL2foYU/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 95px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SctY8UeklDI/AAAAAAAAAIQ/x1zwXL2foYU/s400/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317441578353333298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu Kota Medan ini dikenal dengan nama Tanah Deli dan keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha. Beberapa sungai melintasi Kota Medan ini dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. Sungai-sungai itu adalah Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan dan Sei Sulang Saling/Sei Kera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya yang membuka perkampungan Medan adalah Guru Patimpus lokasinya terletak di Tanah Deli, maka sejak zaman penjajahan orang selalu merangkaikan Medan dengan Deli (Medan–Deli). Setelah zaman kemerdekaan lama kelamaan istilah Medan Deli secara berangsur-angsur lenyap sehingga akhirnya kurang popular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari Sungai Ular (Deli Serdang) sampai ke Sungai Wampu di Langkat sedangkan Kesultanan Deli yang berkuasa pada waktu itu wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah diantara kedua sungai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan jenis tanah di wilayah Deli terdiri dari tanah liat, tanah pasir, tanah campuran, tanah hitam, tanah coklat dan tanah merah. Hal ini merupakan penelitian dari Van Hissink tahun 1900 yang dilanjutkan oleh penelitian Vriens tahun 1910 bahwa disamping jenis tanah seperti tadi ada lagi ditemui jenis tanah liat yang spesifik. Tanah liat inilah pada waktu penjajahan Belanda ditempat yang bernama Bakaran Batu (sekarang Medan Tenggara atau Menteng) orang membakar batu bata yang berkwalitas tinggi dan salah satu pabrik batu bata pada zaman itu adalah Deli Klei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai curah hujan di Tanah Deli digolongkan dua macam yakni : Maksima Utama dan Maksima Tambahan. Maksima Utama terjadi pada bulan-bulan Oktober s/d bulan Desember sedang Maksima Tambahan antara bulan Januari s/d September. Secara rinci curah hujan di Medan rata-rata 2000 pertahun dengan intensitas rata-rata 4,4 mm/jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Volker pada tahun 1860 Medan masih merupakan hutan rimba dan disana sini terutama dimuara-muara sungai diselingi pemukiman-pemukiman penduduk yang berasal dari Karo dan semenanjung Malaya. Pada tahun 1863 orang-orang Belanda mulai membuka kebun Tembakau di Deli yang sempat menjadi primadona Tanah Deli. Sejak itu perekonomian terus berkembang sehingga Medan menjadi Kota pusat pemerintahan dan perekonomian di Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal perkembangannya merupakan sebuah kampung kecil bernama "Medan Putri". Perkembangan Kampung "Medan Putri" tidak terlepas dari posisinya yang strategis karena terletak di pertemuan sungai Deli dan sungai Babura, tidak jauh dari jalan Putri Hijau sekarang. Kedua sungai tersebut pada zaman dahulu merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai, sehingga dengan demikian Kampung "Medan Putri" yang merupakan cikal bakal Kota Medan, cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke kampung ini dan isteri Guru Patimpus yang mendirikan kampung Medan melahirkan anaknya yang pertama seorang laki-laki dan dinamai si Kolok. Mata pencarian orang di Kampung Medan yang mereka namai dengan si Sepuluh dua Kuta adalah bertani menanam lada. Tidak lama kemudian lahirlah anak kedua Guru Patimpus dan anak inipun laki-laki dinamai si Kecik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zamannya Guru Patimpus merupakan tergolong orang yang berfikiran maju. Hal ini terbukti dengan menyuruh anaknya berguru (menuntut ilmu) membaca Alqur’an kepada Datuk Kota Bangun dan kemudian memperdalam tentang agama Islam ke Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan yang menguatkan bahwa adanya Kampung Medan ini adalah keterangan H. Muhammad Said yang mengutip melalui buku Deli In Woord en Beeld ditulis oleh N.Ten Cate. Keterangan tersebut mengatakan bahwa dahulu kala Kampung Medan ini merupakan Benteng dan sisanya masih ada terdiri dari dinding dua lapis berbentuk bundaran yang terdapat dipertemuan antara dua sungai yakni Sungai Deli dan sungai Babura. Rumah Administrateur terletak diseberang sungai dari kampung Medan. Kalau kita lihat bahwa letak dari Kampung Medan ini adalah di Wisma Benteng sekarang dan rumah Administrateur tersebut adalah kantor PTP IX Tembakau Deli yang sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1612 setelah dua dasa warsa berdiri Kampung Medan, Sultan Iskandar Muda yang berkuasa di Aceh mengirim Panglimanya bernama Gocah Pahlawan yang bergelar Laksamana Kuda Bintan untuk menjadi pemimpin yang mewakili kerajaan Aceh di Tanah Deli. Gocah Pahlawan membuka negeri baru di Sungai Lalang, Percut. Selaku Wali dan Wakil Sultan Aceh serta dengan memanfaatkan kebesaran imperium Aceh, Gocah Pahlawan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya, sehingga meliputi Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Medan Deli sekarang. Dia juga mendirikan kampung-kampung Gunung Klarus, Sampali, Kota Bangun, Pulau Brayan, Kota Jawa, Kota Rengas Percut dan Sigara-gara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampilnya Gocah pahlawan mulailah berkembang Kerajaan Deli dan tahun 1632 Gocah Pahlawan kawin dengan putri Datuk Sunggal. Setelah terjadi perkawinan ini raja-raja di Kampung Medan menyerah pada Gocah Pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gocah Pahlawan wafat pada tahun 1653 dan digantikan oleh puteranya Tuangku Panglima Perunggit, yang kemudian memproklamirkan kemerdekaan Kesultanan Deli dari Kesultanan Aceh pada tahun 1669, dengan ibukotanya di Labuhan, kira-kira 20 km dari Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jhon Anderson seorang Inggris melakukan kunjungan ke Kampung Medan tahun 1823 dan mencatat dalam bukunya Mission to the East Coast of Sumatera bahwa penduduk Kampung Medan pada waktu itu masih berjumlah 200 orang tapi dia hanya melihat penduduk yang berdiam dipertemuan antara dua sungai tersebut. Anderson menyebutkan dalam bukunya “Mission to the East Coast of Sumatera“ (terbitan Edinburg 1826) bahwa sepanjang sungai Deli hingga ke dinding tembok mesjid Kampung Medan di bangun dengan batu-batu granit berbentuk bujur sangkar. Batu-batu ini diambil dari sebuah Candi Hindu Kuno di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya perkembangan Kampung "Medan Putri", juga tidak terlepas dari perkebunan tembakau yang sangat terkenal dengan tembakau Delinya, yang merupakan tembakau terbaik untuk pembungkus cerutu. Pada tahun 1863, Sultan Deli memberikan kepada Nienhuys Van der Falk dan Elliot dari Firma Van Keeuwen en Mainz &amp; Co, tanah seluas 4.000 bahu (1 bahu = 0,74 ha) secara erfpacht 20 tahun di Tanjung Sepassi, dekat Labuhan. Contoh tembakau deli. Maret 1864, contoh hasil panen dikirim ke Rotterdam di Belanda, untuk diuji kualitasnya. Ternyata daun tembakau tersebut sangat baik dan berkualitas tinggi untuk pembungkus cerutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di tahun 1866, Jannsen, P.W. Clemen, Cremer dan Nienhuys mendirikan de Deli Maatscapij di Labuhan. Kemudian melakukan ekspansi perkebunan baru di daerah Martubung, Sunggal (1869), Sungai Beras dan Klumpang (1875), sehingga jumlahnya mencapai 22 perusahaan perkebunan pada tahun 1874. Mengingat kegiatan perdagangan tembakau yang sudah sangat luas dan berkembang, Nienhuys memindahkan kantor perusahaannya dari Labuhan ke Kampung "Medan Putri". Dengan demikian "Kampung Medan Putri" menjadi semakin ramai dan selanjutnya berkembang dengan nama yang lebih dikenal sebagai "Kota Medan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut legenda di zaman dahulu kala pernah hidup di Kesultanan Deli lama kira-kira 10 Km dari Kampung Medan yakni di Deli Tua sekarang seorang Putri yang sangat cantik dan karena kecantikannya diberi nama Putri Hijau. Kecantikan Putri ini tersohor kemana-mana mulai dari Aceh sampai ke ujung Utara Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Aceh jatuh cinta pada Putri itu dan melamarnya untuk dijadikan permaisurinya. Lamaran Sultan Aceh itu ditolak oleh saudara kedua laki-laki Putri Hijau. Sultan aceh sangat marah karena penolakan itu dianggapnya sebagai penghinaan terhadap dirinya. Maka pecahlah perang antara Kesultanan Aceh dengan Kesultanan Deli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut legenda yang tersebut diatas, dengan menggunakan kekuatan gaib seorang dari saudara Putri hijau menjelma menjadi seekor ular naga dan seorang lagi menjadi sepucuk meriam yang tidak henti-hentinya menembaki tentara Aceh hingga akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KesultananDeli lama mengalami kekalahan dalam peperangan itu dan karena kecewa Putra Mahkota yang menjelma menjadi meriam itu meledak sebagian, bagian belakangnya terlontar ke Labuhan Deli dan bagian depannya kedataran tinggi Karo kira-kira 5 Km dari Kabanjahe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Hijau ditawan dan dimasukkan dalam sebuah peti kaca yang dimuat kedalam kapal untuk seterusnya dibawa ke Aceh. Ketika kapal sampai di Ujung Jambo Aye, Putri Hijau mohon diadakan satu upacara untuknya sebelum peti diturunkan dari kapal. Atas permintaannya, harus diserahkan padanya sejumlah beras dan beribu-ribu telur dan permohonan tuan Putri dikabulkan. Tetapi baru saja uapacara dimulai tiba-tiba berhembuslah angin ribut yang maha dahsyat disusul gelombang-gelombang yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalam laut muncullah abangnya yang telah menjelma menjadi ular naga itu dan dengan menggunakan rahangnya yang besar itu diambilnya peti tempat adiknya dikurung, lalu dibawanya masuk ke dalam laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda ini samapai sekarang masih terkenal di kalangan masyarakat Deli dan malahan juga dalam masyarakat Melayu di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Deli Tua masih terdapat reruntuhan Benteng dan Puri yang berasal dari zaman Putri Hijau, sedang sisa meriam penjelmaan abang Putri Hijau itu dapat dilihat di halaman Istana Maimun Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda yang menjajah Nusantara kurang lebih setengah abad namun untuk menguasai Tanah Deli mereka sangat banyak mengalami tantangan yang tidak sedikit. Mereka mengalami perang di Jawa dengan pangeran Diponegoro sekitar tahun 1825-1830. Belanda sangat banyak mengalami kerugian sedangkan untuk menguasai Sumatera, Belanda juga berperang melawan Aceh, Minangkabau, dan Sisingamangaraja di daerah Tapanuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk menguasai Tanah Deli Belanda hanya kurang lebih 78 tahun mulai dari tahun 1864 sampai 1942. Setelah perang Jawa berakhir barulah Gubernur Jenderal Belanda J.Van den Bosch mengerahkan pasukannya ke Sumatera dan dia memperkirakan untuk menguasai Sumatera secara keseluruhan diperlukan waktu 25 tahun. Penaklukan Belanda atas Sumatera ini terhenti ditengah jalan karena Menteri Jajahan Belanda waktu itu J.C.Baud menyuruh mundur pasukan Belanda di Sumatera walaupun mereka telah mengalahkan Minangkabau yang dikenal dengan nama perang Paderi ( 1821-1837 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Ismail yang berkuasa di Riau secara tiba-tiba diserang oleh gerombolan Inggeris dengan pimpinannya bernama Adam Wilson. Berhubung pada waktu itu kekuatannya terbatas maka Sultan Ismail meminta perlindungan pada Belanda. Sejak saat itu terbukalah kesempatan bagi Belanda untuk menguasai Kerajaan Siak Sri Indrapura yang rajanya adalah Sultan Ismail. Pada tanggal 1 Februari 1858 Belanda mendesak Sultan Ismail untuk menandatangani perjanjian agar daerah taklukan kerajaan Siak Sri Indrapura termasuk Deli, Langkat dan Serdang di Sumatera Timur masuk kekuasaan Belanda. Karena daerah Deli telah masuk kekuasaan Belanda otomatislah Kampung Medan menjadi jajahan Belanda, tapi kehadiran Belanda belum secara fisik menguasai Tanah Deli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1858 juga Elisa Netscher diangkat menjadi Residen Wilayah Riau dan sejak itu pula dia mengangkat dirinya menjadi pembela Sultan Ismail yang berkuasa di kerajaan Siak. Tujuan Netscher itu adalah dengan duduknya dia sebagai pembela Sultan Ismail secara politis tentunya akan mudah bagi Netscher menguasai daerah taklukan kerajaan Siak yakni Deli yang di dalamnya termasuk Kampung Medan Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Medan Putri menjadi pusat perdagangan telah mendorongnya menjadi pusat pemerintahan. Tahun 1879, Ibukota Asisten Residen Deli dipindahkan dari Labuhan ke Medan, 1 Maret 1887,Ibukota Residen Sumatera Timur dipindahkan pula dari Bengkalis ke Medan, Istana Kesultanan Deli yang semula berada di Kampung Bahari (Labuhan) juga pindah dengan selesainya pembangunan Istana Maimoon pada tanggal 18 Mei 1891, dan dengan demikian Ibukota Deli telah resmi pindah ke Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1915 Residensi Sumatera Timur ditingkatkan kedudukannya menjadi Gubernemen. Pada tahun 1918 Kota Medan resmi menjadi Gemeente (Kota Praja) dengan Walikota Baron Daniel Mac Kay. Berdasarkan "Acte van Schenking" (Akte Hibah) Nomor 97 Notaris J.M. de-Hondt Junior, tanggal 30 Nopember 1918, Sultan Deli menyerahkan tanah kota Medan kepada Gemeente Medan, sehingga resmi menjadi wilayah di bawah kekuasaan langsung Hindia Belanda. Pada masa awal Kotapraja ini, Medan masih terdiri dari 4 kampung, yaitu Kampung Kesawan, Kampung Sungai Rengas, Kampung Petisah Hulu dan Kampung Petisah Hilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1918 penduduk Medan tercatat sebanyak 43.826 jiwa yang terdiri dari Eropa 409 orang, Indonesia 35.009 orang, Cina 8.269 orang dan Timur Asing lainnya 139 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Kota Medan berkembang semakin pesat. Berbagai fasilitas dibangun. Beberapa diantaranya adalah Kantor Stasiun Percobaan AVROS di Kampung Baru (1919), sekarang RISPA, hubungan Kereta Api Pangkalan Brandan - Besitang (1919), Konsulat Amerika (1919), Sekolah Guru Indonesia di Jl. H.M. Yamin sekarang (1923), Mingguan Soematra (1924), Perkumpulan Renang Medan (1924), Pusat Pasar, R.S. Elizabeth, Klinik Sakit Mata dan Lapangan Olah Raga Kebun Bunga (1929).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara historis perkembangan Kota Medan, sejak awal telah memposisikan menjadi pusat perdagangan (ekspor-impor) sejak masa lalu. sedang dijadikannya medan sebagai ibukota deli juga telah menjadikannya Kota Medan berkembang menjadi pusat pemerintah. sampai saat ini disamping merupakan salah satu daerah kota, juga sekaligus sebagai ibukota Propinsi Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-2715749573260940880?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/2715749573260940880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/sejarah-kota-medan-sumut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2715749573260940880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2715749573260940880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/sejarah-kota-medan-sumut.html' title='Sejarah Kota Medan, Sumut'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SctY8UeklDI/AAAAAAAAAIQ/x1zwXL2foYU/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-4211998788569197655</id><published>2009-03-25T17:23:00.000+07:00</published><updated>2009-03-25T17:29:28.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitologi'/><title type='text'>Sphinx Agung Giza</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScoGYFdi9WI/AAAAAAAAAII/H9OmNVRSgGw/s1600-h/250px-Egypt.Giza.Sphinx.01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScoGYFdi9WI/AAAAAAAAAII/H9OmNVRSgGw/s400/250px-Egypt.Giza.Sphinx.01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317069320917022050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sphinx Agung Giza adalah sebuah patung sphinx besar berbentuk separuh manusia, dan separuh singa yang terdapat di Mesir, di Dataran Giza, tepi barat Sungai Nil, dekat Kairo sekarang. Ini adalah satu dari beberapa patung terbesar di dunia yang terbuat dari satu batu utuh, dan dipercaya telah dibangun oleh Mesir Kuno pada milenium ketiga SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama yang digunakan bagi masyarakat Mesir Kuno untuk menyebut patung ini sama sekali tidak diketahui. Nama "sphinx" yang biasa digunakan diambil dari nama makhluk mitologi Yunani dengan tubuh seekor singa, kepala seorang wanita, dan sayap seekor elang, walaupun patung sphinx Mesir memiliki kepala laki-laki. Kata "sphinx" berasal dari bahasa Yunani (Σφιγξ — Sphinx, dari kata kerja σφιγγω — sphingo) yang berarti mencekik,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; karena sphinx dari mitologi Yunani mencekik orang yang tidak dapat menjawab pertanyaan teka-tekinya. Bagi beberapa orang, dipercayai bahwa nama ini merupakan perubahan kata dari bahasa Mesir kuno Shesep-ankh, sebuah nama yang diberikan kepada patung bangsawan pada Dinasti Keempat. Pada tulisan-tulisan abad pertengahan, nama balhib dan bilhaw yang menunjuk pada Sphinx dipergunakan, termasuk oleh sejarawan Mesir Maqrizi, yang menyarankan penyusunan bahasa Koptik, tapi istilah Arab-Mesir Abul-Hôl, yang diartikan sebagai "Bapak Teror," lebih banyak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-4211998788569197655?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/4211998788569197655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/sphinx-agung-giza.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/4211998788569197655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/4211998788569197655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/sphinx-agung-giza.html' title='Sphinx Agung Giza'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScoGYFdi9WI/AAAAAAAAAII/H9OmNVRSgGw/s72-c/250px-Egypt.Giza.Sphinx.01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-6286099413237446297</id><published>2009-03-25T17:02:00.001+07:00</published><updated>2009-03-25T17:14:34.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Museum'/><title type='text'>Monumen Nasional, Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScoBl766UgI/AAAAAAAAAH4/lbHPCGFZ0WM/s1600-h/180px-Monas_by_day.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScoBl766UgI/AAAAAAAAAH4/lbHPCGFZ0WM/s400/180px-Monas_by_day.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317064061315863042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScoCatepbJI/AAAAAAAAAIA/oxJ27DvnYgk/s1600-h/180px-Monas_flags_1a.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScoCatepbJI/AAAAAAAAAIA/oxJ27DvnYgk/s400/180px-Monas_flags_1a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317064967972285586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konstruksi dan Pameran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-6286099413237446297?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/6286099413237446297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/monumen-nasional-jakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6286099413237446297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6286099413237446297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/monumen-nasional-jakarta.html' title='Monumen Nasional, Jakarta'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScoBl766UgI/AAAAAAAAAH4/lbHPCGFZ0WM/s72-c/180px-Monas_by_day.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-7579053810787641186</id><published>2009-03-24T21:06:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T21:17:24.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Gunung'/><title type='text'>Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjpPmnH7XI/AAAAAAAAAG0/L1NCgi-l55U/s1600-h/300px-Semeru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 204px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjpPmnH7XI/AAAAAAAAAG0/L1NCgi-l55U/s400/300px-Semeru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316755814382824818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjalanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.&lt;br /&gt;Ranu Kumbolo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjpzF10T4I/AAAAAAAAAG8/eYhJa3rVNQ8/s1600-h/180px-Mahameru-volcano.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjpzF10T4I/AAAAAAAAAG8/eYhJa3rVNQ8/s400/180px-Mahameru-volcano.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316756424061374338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gas beracun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajad Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan Nopember 1997 Gn.Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gn.Semeru dan meminta beberapa korban jiwa, pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm - 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan November - April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 - 4 derajat celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu rata-rata berkisar antara 3°c - 8°c pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°c - 21°c. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Taman nasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendaki pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayet-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Legenda gunung Semeru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan ombak kesana-kemari. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-7579053810787641186?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/7579053810787641186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/gunung-semeru-gunung-tertinggi-di-pulau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/7579053810787641186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/7579053810787641186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/gunung-semeru-gunung-tertinggi-di-pulau.html' title='Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjpPmnH7XI/AAAAAAAAAG0/L1NCgi-l55U/s72-c/300px-Semeru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-6021577840668517308</id><published>2009-03-24T20:55:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T21:03:24.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Gunung'/><title type='text'>Gunung Rinjani, Lombok NTB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjnnzxA4mI/AAAAAAAAAGs/GJC8_65s-Nc/s1600-h/300px-Gunung_Rinjani_from_Gili_Trawangan_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjnnzxA4mI/AAAAAAAAAGs/GJC8_65s-Nc/s400/300px-Gunung_Rinjani_from_Gili_Trawangan_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316754031207572066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut "Segara Anak". Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut. Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (Gunung Baru Jari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir meletus pada tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjmyMREi0I/AAAAAAAAAGc/L-UtTrBmeE4/s1600-h/300px-Kawahsegaraanak.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjmyMREi0I/AAAAAAAAAGc/L-UtTrBmeE4/s400/300px-Kawahsegaraanak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316753110071544642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Geografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan feri dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta, Surabaya dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjnTb9JvNI/AAAAAAAAAGk/pfYCZf7eU3Q/s1600-h/300px-Rinjani_1994.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 195px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjnTb9JvNI/AAAAAAAAAGk/pfYCZf7eU3Q/s400/300px-Rinjani_1994.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316753681218649298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendakian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 500 mdpl dan 1.200 mdpl). Kebanyakan pendaki menyukai start entry dari arah Sembalun, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arah Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 9 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.700 mdpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-6021577840668517308?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/6021577840668517308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/gunung-rinjani-lombok-ntb.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6021577840668517308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6021577840668517308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/gunung-rinjani-lombok-ntb.html' title='Gunung Rinjani, Lombok NTB'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjnnzxA4mI/AAAAAAAAAGs/GJC8_65s-Nc/s72-c/300px-Gunung_Rinjani_from_Gili_Trawangan_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-2332992594667923624</id><published>2009-03-24T20:46:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T20:52:55.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Pantai'/><title type='text'>Taman Laut Bunaken, Menado Tua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjlhYnL4cI/AAAAAAAAAGM/RlDt0nCpyc8/s1600-h/400px-Bunaken_ManadoTua2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjlhYnL4cI/AAAAAAAAAGM/RlDt0nCpyc8/s400/400px-Bunaken_ManadoTua2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316751721816121794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan Speed boat atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektar, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjkZW9dp8I/AAAAAAAAAGE/X0k4IEZA0Bc/s1600-h/150px-Bunaken2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjkZW9dp8I/AAAAAAAAAGE/X0k4IEZA0Bc/s400/150px-Bunaken2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316750484422109122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-2332992594667923624?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/2332992594667923624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/taman-laut-bunaken-menado.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2332992594667923624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2332992594667923624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/taman-laut-bunaken-menado.html' title='Taman Laut Bunaken, Menado Tua'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjlhYnL4cI/AAAAAAAAAGM/RlDt0nCpyc8/s72-c/400px-Bunaken_ManadoTua2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-2519179818835643885</id><published>2009-03-24T20:35:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T20:45:45.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Air Terjun Horseshoe, Salah Satu Air Terjun Niagara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjhuC2inUI/AAAAAAAAAF0/mHfFHg7nmYE/s1600-h/275px-Niagara3573.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 206px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjhuC2inUI/AAAAAAAAAF0/mHfFHg7nmYE/s400/275px-Niagara3573.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316747541266734402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Niagara adalah air terjun besar di sungai Niagara yang berada di garis perbatasan internasional antara negara bagian Amerika Serikat New York dengan provinsi Kanada Ontario. Air terjun ini berjarak sekitar 17 mil (27 km) sebelah utara barat laut dari Buffalo, New York dan 75 mil (120 km) tenggara Toronto, Ontario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niagara adalah nama kelompok dari tiga. Ketiga air terjun tersebut adalah air terjun Horseshoe (terkadang disebut sebagai air terjun Kanada), air terjun Amerika, dan yang lebih kecil yakni air terjun Bridal Veil yang dipisahkn oleh sebuah pulau Luna Island dari air terjun utama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak terlalu tinggi, Niagara merupakan air terjun yang sangat lebar dan terpopuler di dunia. Lebih dari 6 juta kaki kubik (168.000 m3) air per menit dijatuhkan dan ini merupakan air terjun yang paling kuat di Amerika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-2519179818835643885?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/2519179818835643885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/air-terjun-horseshoe-salah-satu-air.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2519179818835643885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/2519179818835643885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/air-terjun-horseshoe-salah-satu-air.html' title='Air Terjun Horseshoe, Salah Satu Air Terjun Niagara'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjhuC2inUI/AAAAAAAAAF0/mHfFHg7nmYE/s72-c/275px-Niagara3573.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-3116677995796692102</id><published>2009-03-24T20:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T20:27:46.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Pantai'/><title type='text'>Panorama Sunset Di Tanah Lot, Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjeFtdO-KI/AAAAAAAAAFk/5J9emfiAqus/s1600-h/250px-TanahLot03.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjeFtdO-KI/AAAAAAAAAFk/5J9emfiAqus/s400/250px-TanahLot03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316743549793794210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;'Tanah Lot' adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Scjel2-QeDI/AAAAAAAAAFs/MJUJAK7CdTQ/s1600-h/250px-Tanahlot.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Scjel2-QeDI/AAAAAAAAAFs/MJUJAK7CdTQ/s400/250px-Tanahlot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316744102104037426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Legenda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Beliau adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Beliau menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Beliau juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-3116677995796692102?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/3116677995796692102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/panorama-sunset-di-tanah-lot-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3116677995796692102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3116677995796692102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/panorama-sunset-di-tanah-lot-bali.html' title='Panorama Sunset Di Tanah Lot, Bali'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjeFtdO-KI/AAAAAAAAAFk/5J9emfiAqus/s72-c/250px-TanahLot03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-1804218323355210962</id><published>2009-03-24T19:00:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T19:02:38.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>NASI GORENG BERINGHARJO - Kelezatan Kuliner Jawa Cina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjLaiDyktI/AAAAAAAAAFc/Q6Eo1tazDUE/s1600-h/Nasi-Goreng-Beringharjo-1%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjLaiDyktI/AAAAAAAAAFc/Q6Eo1tazDUE/s400/Nasi-Goreng-Beringharjo-1%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316723016790610642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nasi Goreng Beringharjo, kini bisa dijumpai di Jalan Mataram, tepat di pertigaan ketiga sebelah kiri jalan yang menuju ke pasar bersejarah di Yogyakarta itu. Sebelum penghujung tahun 2004, tepatnya sebelum ada pembersihan pedagang kaki lima di wilayah tersebut, nasi goreng itu bisa ditemui di pertigaan menuju kawasan Shopping yang kini dirombak menjadi Taman Pintar, Taman Budaya Yogyakarta dan Pusat Penjualan Buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi goreng ini adalah salah satu yang pantas dicicipi sebab kelezatannya telah diakui banyak orang dan dikenal sejak tahun 1960-an, saat sang penjual memulai bisnisnya. Tak perlu menunggu lama jika hendak mencicipinya, sebab penjual biasanya memasak nasi goreng langsung dalam jumlah besar sehingga bisa dihidangkan dalam waktu cepat. Anda bisa datang mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB bila ingin mencicipinya, serta bisa memilih ingin duduk lesehan atau di kursi yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menyantap nasi goreng ini, anda akan merasa seperti mendengarkan sepiring cerita tentang akulturasi Jawa Cina. Jenis masakan nasi goreng sendiri misalnya, sebenarnya berasal dari daratan Cina yang kemudian 'bermigrasi' ke Indonesia. Mulanya, nasi goreng muncul dari tradisi bangsa Cina yang tak ingin membuang nasi sisa, sehingga nasi tersebut diolah dengan bumbu-bumbu yang tersedia, seperti bawang merah, bawang putih dan kecap. Ketika bangsa Cina mulai berdatangan ke Indonesia, masakan itu pun mulai dikenal oleh warga negara Indonesia dan berangsur menjadi satu dengan masakan Indonesia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti akulturasinya adalah adanya berbagai variasi nasi goreng, mulai nasi goreng ayam, nasi goreng sea food, nasi goreng kambing, bahkan nasi goreng pete yang notabene bumbu khas Indonesia. Rasanya pun bermacam-macam, ada yang lebih menonjolkan citarasa bawang putih, ada pula yang menonjolkan citarasa bahan tambahannya, misalnya ayam. Nasi goreng Beringharjo memilih memasak nasi goreng ayam dan babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang kecap sebagai salah satu bumbunya, itu pun menyimpan cerita tentang penyesuaian bangsa Cina ketika tinggal di Jawa. Kecap, sebenarnya bernama kie tjap, dibuat dari sari ikan yang difermentasikan. Ketika bangsa Cina tinggal di Jawa dan menemukan bahwa kedelai lebih murah dibandingkan ikan, bahan baku pembuatan kie tjap pun diubah menjadi dari kedelai. Akibatnya, kie tjap pun tidak lagi memiliki citarasa ikan, tetapi hanya berasa manis untuk kecap manis, begitu pula nasi goreng. Citarasa bawang putih yang sangat kuat pun juga menjadi ciri masakan-masakan yang berasal dari Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski akibat akulturasi itu terdapat banyak sekali nasi goreng di hampir setiap sudut gang, Nasi Goreng Beringharjo tetap memiliki kekhasan. Proses memasak misalnya, tak seperti nasi goreng lain yang memasak dalam jumlah kecil. Sekali masak, penjual bisa menuangkan nasi sebanyak setengah bakul di wajan super besar yang telah diisi oleh bumbu khusus. Disebut bumbu khusus karena ia tak lagi meracik di tempat penjualan, tetapi sudah dalam bentuk campuran yang siap untuk melezatkan nasi goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging ayam atau babi ditambahkan pada saat nasi goreng telah ditaruh dalam piring. Selain itu, ditambahkan pula beberapa iris tomat, kol, daun seledri, telur dadar bulat dan acar sebagai pelengkap. Sepiring nasi goreng berharga Rp 5.000,00 untuk daging ayam dan Rp 6.000,00 untuk daging babi. Karena lezat, banyak pengunjung memesan nasi dalam porsi yang lebih besar, mulai dari 1,5 hingga 2 porsi langsung untuk satu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa nasi goreng ini bisa dikatakan pas, tak terlalu manis juga tidak terlalu asin. Aroma bawang putihnya tak begitu kuat namun tetap terasa. Nah, bagaimana, tertarik mencicipinya? Selain nasi goreng, tersedia juga bakmi dan bihun serta babi kecap yang tak kalah nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2007 YogYES.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-1804218323355210962?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/1804218323355210962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/nasi-goreng-beringharjo-kelezatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/1804218323355210962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/1804218323355210962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/nasi-goreng-beringharjo-kelezatan.html' title='NASI GORENG BERINGHARJO - Kelezatan Kuliner Jawa Cina'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjLaiDyktI/AAAAAAAAAFc/Q6Eo1tazDUE/s72-c/Nasi-Goreng-Beringharjo-1%2Bt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-3530626716366983325</id><published>2009-03-24T18:54:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:58:18.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alternatif'/><title type='text'>Kursus Batik, Menyelami Budaya Batik Tulis hingga Lukis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjKPoP4ptI/AAAAAAAAAFM/t2oGueVrZMY/s1600-h/Batik-Short-Course-1%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjKPoP4ptI/AAAAAAAAAFM/t2oGueVrZMY/s400/Batik-Short-Course-1%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316721729961764562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi Yogyakarta, anda tak hanya bisa membeli dan menikmati karya seni batik yang mengagumkan, tetapi juga berkesempatan untuk mempelajari teknik pembuatannya. Kesempatan yang sangat berharga itu dikemas dalam paket wisata menarik dengan durasi yang cukup singkat dan harga yang terjangkau, pasti akan sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragam batik yang bisa dipelajari meliputi batik tulis, batik cap dan batik lukis. Setiap tempat yang menawarkan biasanya memiliki spesifikasi tersendiri tentang jenis batik yang diajarkan. Selama sehari, biasanya dibagi dalam dua sesi, anda akan belajar seluruh proses pembuatan batik yang umumnya terdiri dari pembuatan motif, pewarnaan kain, proses ngorot malam dan penjemuran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjKxTYCVlI/AAAAAAAAAFU/CPvQnfJDrXo/s1600-h/Batik-Short-Course-3%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 145px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjKxTYCVlI/AAAAAAAAAFU/CPvQnfJDrXo/s400/Batik-Short-Course-3%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316722308474361426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan motif dimulai ketika seluruh bahan, terutama kain mori, telah siap. Pembuatan motif ini dilakukan dengan bahan utama lilin atau malam yang digunakan sebagai zat perintang warna. Bila ingin membuat batik tulis, maka pembuatan motif digunakan dengan alat bantu canting sementara batik cap menggunakan cap batik yang telah didesain sesuai motif yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, anda bebas memilih motif yang hendak dibuat. Motif-motif unik yang bisa dibuat misalnya motif ceplok, motif cecek sawut dan motif semen. Semua motif itu terdapat pada bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia. Motif ceplok terdapat pada Candi Borobudur, motif cecek sawut terdapat pada hiasan genderang perunggu pada Zaman Perunggu sementara motif semen terdapat pada makan Ratu Kalinyamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses dilanjutkan dengan mewarnai kain. Caranya, kain yang telah dimotif dicelupkan dalam ember yang berisi zat warna. Sepertinya proses ini sederhana, namun sebenarnya cukup sulit, apalagi bila menginginkan batik lebih dari dua warna. Banyak pembatik masih menggunakan pewarna alami yang terbuat dari bahan alam tertentu, namun banyak pula yang menggunakan pewarna sintetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mewarnai kain hingga merata, proses pembuatan batik dilanjutkan dengan nglorot malam, atau melarutkan lilin yang melekat di kain. Mulanya, disiapkan dulu air mendidih yang dicampur dengan abu soda dan akhirnya kain dicelupkan hingga seluruh lilin larut dalam air. Bila lilin belum juga larut, maka harus dibersihkan dahulu pasca pelorotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap akhirnya adalah pencucian. Bila menggunakan pewarna alami, maka pencuciannya tidak bisa menggunakan deterjen sebab akan merusak warna. Setelah dicuci, kain dijemur dengan cara diangin-anginkan agar warna tak pudar. Setelah dijemur inilah anda bisa melihat perbedaan batik yang diwarnai dengan pewarna alami, biasanya warnanya akan lebih kusam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat-tempat kursus batik di Yogyakarta menyediakan instruktur-instruktur profesional sehingga bisa membuat anda mahir meski kursus dalam jangka waktu singkat. Beberapa tempat juga memiliki instruktur yang menguasai bahasa asing, umumnya Bahasa Inggris, sehingga memudahkan anda memahami materi yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tempat yang menyediakan jasa kursus batik antara lain Sanggar Kalpika yang berada di Kampung Taman, sebelah barat Tamansari. Di sana, anda akan ditawari belajar batik lukis. Bagi anda yang ingin mempelajari batik tulis dan cap (cetak), Balai Batik adalah tempat yang tepat. Lembaga yang berlokasi di Jalan Kusumanegara ini menyiapak tenaga dan ruangan khusus bagia anda yang ingin belajar membatik. Biaya yang dikeluarkan bervariasi sesuai durasi kursus yang diinginkan, berkisar antara Rp 250.000,00 hingga Rp 1.500.000,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain belajar membatik, anda juga bisa mengamati aktivitas dan hasil karya pembatik Kampung Taman yang sejak 30 tahun lampau mengembangkan batik lukis. Anda juga bisa melihat beragam karya batik nusantara yang dipamerkan di Balai Batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah: Yunanto Wiji Utomo&lt;br /&gt;Artistik: Agung Sulistiono Mabruron&lt;br /&gt;Copyright © 2007 YogYES.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-3530626716366983325?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/3530626716366983325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/kursus-batik-menyelami-budaya-batik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3530626716366983325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3530626716366983325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/kursus-batik-menyelami-budaya-batik.html' title='Kursus Batik, Menyelami Budaya Batik Tulis hingga Lukis'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjKPoP4ptI/AAAAAAAAAFM/t2oGueVrZMY/s72-c/Batik-Short-Course-1%2Bt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-9044840006609251709</id><published>2009-03-24T18:40:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:44:11.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Pantai'/><title type='text'>Kuta Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjG_DkLoOI/AAAAAAAAAFE/72lR3b-l2Rg/s1600-h/kuta2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjG_DkLoOI/AAAAAAAAAFE/72lR3b-l2Rg/s400/kuta2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316718146701992162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama ini orang mungkin mengenal Kuta hanya sebatas nama Pantai. Sebenernya Kuta iadalah nama sebuah desa ato kawasan wisata, ada pantai, pasar seni dan shopping area. Berjalan sepanjang Kuta akan selalu bertemu bule. Nongkrong ato surf di Pantai ktemu bule. Belanja beli baju ktemu bule. Sampe mau ke toilet umum juga papasan ama bule. Nah lo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Bom Bali I dan II, jumlah bule emang rada berkurang, tapi salah besar kalo dibilang “sepi”. Kalo dulu waktu rame2, prosentase orang2 di jalan adalah 70-30 buat bule, maka sekarang kira2 50-50.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah Kuta, tempat dimana orang-orang bebas mengekspresikan gayanya tanpa khawatir dipelototin ato dianggap aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantainya selalu ramai, bahkan lebih ramai dari pasar malam sekalipun. Lima ratusan orang memenuhi areal pantai dari ujung ke ujung setiap harinya. Bukan hanya turis asing dan domestik, juga para pedagang acung. Disini kita bisa mandi, surfing ato sekedar ngobrol. Buat cewek2 biasanya ada kepang rambut kecil2 banyak ala anak opspek itu, ato pada buat tato temporary. Hari bgene, cewe2 indo palagi yg ABG juga mulai suka sunbathing. Everything is here.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih heboh, disini kamu bisa liat dengan sebebas-bebasnya cewe bule yang berjemur telanjang dada. Orang lokal bilang sumur (susu berjemur, he..he..). Mulai dari yang ABG sampe yang nenek-nenek pun ada. Pemandangan yang mungkin sangat langka di negeri ini. Tahun2 belakangan emang lebih banyak nenek2nya, karena yg ABG pada ngacir ke tempat yg lebih sepi dan lebih eksotik, Pantai Dreamland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah yang satu ini, Pemda sebenernya udah ngeluarin peraturan yang melarang bule ato siapa aja berbugil ria di pantai. Tapi kayanya para bule cuek aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber www.tourdebali.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-9044840006609251709?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/9044840006609251709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/kuta-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/9044840006609251709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/9044840006609251709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/kuta-bali.html' title='Kuta Bali'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjG_DkLoOI/AAAAAAAAAFE/72lR3b-l2Rg/s72-c/kuta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-8798477826680040953</id><published>2009-03-24T18:27:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:33:55.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Museum'/><title type='text'>Museum Fatahilla, Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjDzR6DtoI/AAAAAAAAAEs/VtcRP69GSZs/s1600-h/250px-Museum_fatahillah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjDzR6DtoI/AAAAAAAAAEs/VtcRP69GSZs/s400/250px-Museum_fatahillah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316714645858530946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung ini dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjEd_MIWHI/AAAAAAAAAE0/2ilvenZU_JA/s1600-h/180px-Gedung_Museum_Fatahilah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjEd_MIWHI/AAAAAAAAAE0/2ilvenZU_JA/s400/180px-Gedung_Museum_Fatahilah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316715379568433266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur bangunannya bergaya abad ke-17 bergaya Barok klasik dengan tiga lantai dengan cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ini memiliki luas lebih dari 13.000 meter persegi. Pekarangan dengan susunan konblok, dan sebuah kolam dihiasi beberapa pohon tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjEzoaVlgI/AAAAAAAAAE8/Xo00WKxknKA/s1600-h/260px-Image006.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjEzoaVlgI/AAAAAAAAAE8/Xo00WKxknKA/s400/260px-Image006.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316715751411127810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-8798477826680040953?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/8798477826680040953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/museum-fatahilla-jakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8798477826680040953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8798477826680040953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/museum-fatahilla-jakarta.html' title='Museum Fatahilla, Jakarta'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjDzR6DtoI/AAAAAAAAAEs/VtcRP69GSZs/s72-c/250px-Museum_fatahillah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-6924220879330080333</id><published>2009-03-24T18:14:00.001+07:00</published><updated>2009-03-24T18:16:25.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Museum'/><title type='text'>Museum Barli Di Kota Bandung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjAtWmIuFI/AAAAAAAAAEk/ox64TZ-vCXQ/s1600-h/view_museum_barli.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjAtWmIuFI/AAAAAAAAAEk/ox64TZ-vCXQ/s400/view_museum_barli.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316711245503051858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barli, seniman inilah yang memiliki gagasan untuk didirikannya museum ini. Museum ini berdiri untuk memberikan kesadaran kepada masyarakan akan pentingnya apresiasi seni yang kian maju pasat, selain itu, juga untuk menyediakan ruang bagi para seniman untuk bisa menampilkan karyanya supaya bisa dinikmati secara umum. Museum Barli ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (MENPARPOSTEL) pada tanggal 26 Oktober 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ini sering digunakan untuk kegiatan–kegiatan seni seperti : pameran karya seni rupa, penjualan karya, diskusi, sarasehan kesenirupaan dengan berbagai tema workshop, pelatihan studio keramik dan lukis, dan berbagai kegiatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya museum ini dapat dilihat perkembangan dunia seni baik seni rupa, seni lukis dan juga seni budaya. Museum ini juga digunakan untuk menyimpan dan melestarikan karya–karya seni guna penggalian nilai–nilai sejarah dan juga sebagai tanda eksistensi Barli dalam menggeluti dunia seni di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ini dapat dikunjungi oleh umum pada hari Sabtu hingga Kamis pada pukul 9.00–17.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber www.bandungtotal.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-6924220879330080333?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/6924220879330080333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/museum-barli-di-kota-bandung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6924220879330080333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/6924220879330080333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/museum-barli-di-kota-bandung.html' title='Museum Barli Di Kota Bandung'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScjAtWmIuFI/AAAAAAAAAEk/ox64TZ-vCXQ/s72-c/view_museum_barli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-8777566917954685502</id><published>2009-03-24T18:09:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:12:48.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Sensasi Air Terjun Curug Omas, Lembang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci_y9Z1jmI/AAAAAAAAAEc/A0YbORxlJ3s/s1600-h/view_curug_omas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci_y9Z1jmI/AAAAAAAAAEc/A0YbORxlJ3s/s400/view_curug_omas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316710242308165218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Curug Omas terletak di lokasi wisata Maribaya, Lembang. Objek wisata ini menawarkan pesona air terjun dan keindahan alam di sekitarnya. Kesegaran udara langsung terasa begitu kita memasuki area objek wisata, hal itulah yang banyak dimanfaatkan oleh pengunjung untuk duduk-duduk atau tidur-tiduran di atas tikar yang banyak disewakan di area wisata. Tetapi bukan hanya suasana segar yang ditawarkan, Anda akan menjumpai air terjun setinggi 30 meter disana. Gemuruh air terjun terdengar dari area di sekitarnya, menggugah kita untuk mendekatinya. Di sana disediakan jembatan yang tepat berada di atas air terjun, sehingga memudahkan kita untuk menikmati pemandangan air terjun dari atas. Sejenak Anda dapat memanjakan telinga dengan menikmati suara gemuruh air terjun, memanjakan mata dengan melihat pelangi yang seringkali muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain menampilkan pesona alam yang indah, bagi anda yang suka hiking,anda bisa menikmati hal tersebut disini. Dari lokasi wisata ini, kita bisa sampai ke Taman Hutan Raya Ir H Juanda dengan menempuh jarak kurang lebih 5 km. Dengan jarak yang lumayan jauh, anda bisa mendapatkan kepuasan tersendiri bagi anda yang memang hobi dengan petualangan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber www.bandungtotal.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-8777566917954685502?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/8777566917954685502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/sensasi-air-terjun-curug-omas-lembang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8777566917954685502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/8777566917954685502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/sensasi-air-terjun-curug-omas-lembang.html' title='Sensasi Air Terjun Curug Omas, Lembang'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci_y9Z1jmI/AAAAAAAAAEc/A0YbORxlJ3s/s72-c/view_curug_omas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-5560531370714687027</id><published>2009-03-24T18:02:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:04:28.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Candi'/><title type='text'>Membaca Pesan dari Nirwana di Candi Gampingan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci91_IWvlI/AAAAAAAAAEU/sxUWUxBWW4U/s1600-h/Gampingan-1%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci91_IWvlI/AAAAAAAAAEU/sxUWUxBWW4U/s400/Gampingan-1%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316708095288065618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak semua candi memiliki relief cantik yang khas sebab umumnya hanya dihias oleh arca dan relief umum yang terdapat hampir di semua candi. Salah satu yang memiliki relief cantik yang khas itu adalah Candi Gampingan, sebuah candi yang ditemukan secara tak sengaja oleh pengrajin batu bata di Dusun Gampingan, Piyungan, Bantul pada tahun 1995. Meski ukurannya kecil dan sudah tak utuh lagi, Candi Gampingan masih kaya akan relief yang mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu relief cantik yang bisa dijumpai di candi ini adalah relief hewan yang ada di kaki candi. Relief hewan di Gampingan begitu natural hingga bisa diketahui jenis hewan yang digambarkan. Cukup jarang candi yang memiliki relief demikian, setidaknya hanya Candi Prambanan dan Mendut yang dikenal memiliki relief serupa. Semua relief itu dihias dengan latar sulur-suluran, yaitu padmamula (akar tanaman teratai) yang diyakini sebagai sumber kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat YogYES berkeliling, tampak jenis hewan yang mendominasi adalah burung. Terdapat relief burung gagak yang tampak memiliki paruh besar, tubuh kokoh, sayap mengembang ke atas dan ekor berbentuk kipas. Ada pula relief burung pelatuk yang digambarkan memiliki jambul di atas kepala, paruh yang agak panjang dan runcing serta sayap yang tidak mengembang. Selain itu, ada juga ayam jantan yang memiliki dada membusung dan sayap mengembang ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan relief burung dalam jumlah banyak di candi ini berkaitan keyakinan masyarakat saat itu terhadap kekuatan transedental burung. Diyakini, burung merupakan perwujudan para dewa sekaligus pembawa pesan dari alam para dewa atau nirwana. Burung juga berkaitan dengan kebebasan absolut manusia yang dicapai setelah berhasil meninggalkan kehidupan duniawi, lambang jiwa manusia yang lepas dari raganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relief hewan lain yang juga banyak digambarkan adalah katak. Masyarakat saat itu percaya bahwa katak memiliki kekuatan gaib yang mampu mendatangkan hujan, sehingga katak juga dipercayai mampu meningkatkan produktivitas, karena air hujan yang didatangkan katak bisa meningkatkan hasil panen. Katak yang sering muncul dari air juga melambangkan pembaharuan kehidupan dan kebangkitan menuju arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, relief itu masih menyisakan pertanyaan, apakah sebuah fabel (cerita hewan yang didongengkan pada anak-anak) seperti di Candi Mendut atau gambaran hewan yang sengaja dibuat untuk menunjukkan maksud tertentu. Pertanyaan itu muncul sebab gambaran hewan seperti di Candi Gampingan tak ditemukan dalam kitab yang memuat fabel, seperti Jataka, Sukasaptati, Pancatantra dan versi turunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Gampingan yang diperkirakan dibangun antara tahun 730 - 850 M diyakini merupakan tempat pemujaan Dewa Jambhala (Dewa Rejeki, anak Dewa Siwa). Hal itu didasari oleh penemuan Arca Jambhala ketika penggalian. Jambhala digambarkan sedang dalam keadaan semedi, tubuhnya duduk bersila sementara matanya terpejam. Bagian tubuhnya dihiasi oleh unsur ikonografis (asana) berupa bunga teratai yang memiliki daun berjumlah 8 helai sebagai lambang cakra dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figur Jambhala di candi ini berbeda dengan yang ada di candi lainnya. Umumnya, Jambhala di candi lain digambarkan dengan mata lebar yang menatap ke arah pemujanya disertai dengan beragam hiasan yang melambangkan kemakmuran dan kemewahan. Diyakini, penggambaran berbeda ini didasari oleh motivasi pemujaan, bukan untuk memohon kemakmuran tetapi bimbingan agar dapat mencapai kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi Candi Gampingan akan membawa kita merenungkan kembali tentang jalan yang sudah kita tempuh untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Relief yang didominasi bentuk hewan yang hidup di alam sekitarnya bisa jadi merupakan wujud kearifan masyarakat setempat pada jaman itu dalam merepresentasikan sebuah pesan dari nirwana: untuk hidup sejahtera dan terhindar dari bencana, manusia seharusnya menjaga keselarasan dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah: Yunanto Wiji Utomo&lt;br /&gt;Photo &amp; Artistik: Agung Sulistiono Mabruron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-5560531370714687027?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/5560531370714687027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/membaca-pesan-dari-nirwana-di-candi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/5560531370714687027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/5560531370714687027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/membaca-pesan-dari-nirwana-di-candi.html' title='Membaca Pesan dari Nirwana di Candi Gampingan'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci91_IWvlI/AAAAAAAAAEU/sxUWUxBWW4U/s72-c/Gampingan-1%2Bt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-3997032233830191961</id><published>2009-03-24T17:41:00.001+07:00</published><updated>2009-03-24T17:48:05.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Candi'/><title type='text'>Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci42ADX-7I/AAAAAAAAAD0/_7m64LRT0Wc/s1600-h/Prambanan-1%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci42ADX-7I/AAAAAAAAAD0/_7m64LRT0Wc/s400/Prambanan-1%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316702597977471922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci5jCJ3YfI/AAAAAAAAAD8/EeJqTV1TY4s/s1600-h/Prambanan-2%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 145px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci5jCJ3YfI/AAAAAAAAAD8/EeJqTV1TY4s/s400/Prambanan-2%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316703371635679730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci5twfv7FI/AAAAAAAAAEE/6teZWm6zjN8/s1600-h/Prambanan-3%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci5twfv7FI/AAAAAAAAAEE/6teZWm6zjN8/s400/Prambanan-3%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316703555874188370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci58K44GdI/AAAAAAAAAEM/FPo04Ehbes0/s1600-h/Prambanan-4%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 145px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci58K44GdI/AAAAAAAAAEM/FPo04Ehbes0/s400/Prambanan-4%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316703803477072338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masih banyak lagi yang bisa digali di Prambanan. Anda tak boleh jemu tentunya. Kalau pun akhirnya lelah, anda bisa beristirahat di taman sekitar candi. Tertarik? Datanglah segera. Sejak tanggal 18 September 2006, anda sudah bisa memasuki zona 1 Candi Prambanan meski belum bisa masuk ke dalam candi. Beberapa kerusakan akibat gempa 27 Mei 2006 lalu kini sedang diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah: Yunanto Wiji Utomo&lt;br /&gt;Photo: PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan &amp; Ratu-Boko&lt;br /&gt;Peta &amp; Artistik: Sutrisno&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-3997032233830191961?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/3997032233830191961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/prambanan-candi-hindu-tercantik-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3997032233830191961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3997032233830191961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/prambanan-candi-hindu-tercantik-di.html' title='Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Dunia'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci42ADX-7I/AAAAAAAAAD0/_7m64LRT0Wc/s72-c/Prambanan-1%2Bt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-4293457313522224749</id><published>2009-03-24T17:31:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T17:38:16.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Candi'/><title type='text'>Candi Mendut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci2icVwPNI/AAAAAAAAADs/EObNW2T7O-8/s1600-h/Mendut-1%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci2icVwPNI/AAAAAAAAADs/EObNW2T7O-8/s400/Mendut-1%2Bt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316700062950112466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Candi Mendut terletak 3 km ke arah timur dari Candi Borobudur, merupakan candi Budha yang dibangun tahun 824 Masehi oleh Raja Indera dari wangsa Syailendra. Di dalam Candi Mendut terdapat 3 (tiga) patung besar.&lt;/span&gt;         &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Cakyamuni yang sedang duduk bersila dengan posisi tangan memutar roda dharma.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Awalokiteswara sebagai Bodhi Satwa membantu umat manusia&lt;br /&gt;Awalokiteswara merupakan patung amitabha yang berada di atas mahkotanya, Vajrapani. Ia sedang memegang bunga teratai merah yang diletakkan di atas telapak tangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maitreya sebagai penyelamat manusia di masa depan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita untuk anak-anak pada dinding-dindingnya. Candi ini sering dipergunakan untuk merayakan upacara Waisak setiap Mei pada malam bulan purnama dan dikunjungi para peziarah dari Indonesia maupun manca negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi ini lebih tua dari Candi Borobudur. Arsitekturnya persegi empat dan mempunyai pintu masuk di atas tangganya. Atapnya juga persegi empat dan bertingkat-tingkat, ada stupa di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber www.yogyes.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-4293457313522224749?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/4293457313522224749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/candi-mendut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/4293457313522224749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/4293457313522224749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/candi-mendut.html' title='Candi Mendut'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci2icVwPNI/AAAAAAAAADs/EObNW2T7O-8/s72-c/Mendut-1%2Bt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-7927282931673285199</id><published>2009-03-24T17:24:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T17:29:28.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Candi'/><title type='text'>Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci1JBctqgI/AAAAAAAAADU/VxUOqrkynws/s1600-h/Borobudur-2%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci1JBctqgI/AAAAAAAAADU/VxUOqrkynws/s400/Borobudur-2%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316698526723189250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci1fIQYv9I/AAAAAAAAADc/OvBI2Ih9bUM/s1600-h/Borobudur-3%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 145px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci1fIQYv9I/AAAAAAAAADc/OvBI2Ih9bUM/s400/Borobudur-3%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316698906507657170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci1sG8pXyI/AAAAAAAAADk/R-7oYLp0UrI/s1600-h/Borobudur-5%2Bt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci1sG8pXyI/AAAAAAAAADk/R-7oYLp0UrI/s400/Borobudur-5%2Bt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316699129494724386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah: Yunanto Wiji Utomo&lt;br /&gt;Photo: PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan &amp; Ratu-Boko&lt;br /&gt;Peta &amp; Artistik: Sutrisno&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-7927282931673285199?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/7927282931673285199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/borobudur-candi-budha-terbesar-di-abad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/7927282931673285199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/7927282931673285199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/borobudur-candi-budha-terbesar-di-abad.html' title='Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sci1JBctqgI/AAAAAAAAADU/VxUOqrkynws/s72-c/Borobudur-2%2Bt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-7997013852272688004</id><published>2009-03-24T16:47:00.001+07:00</published><updated>2009-03-24T20:15:00.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>Merasakan ”Indonesia” di Taman Bumbu Restaurant</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScisW3kVVAI/AAAAAAAAADM/dPNTuUJzN_E/s1600-h/kafe01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 185px; height: 139px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScisW3kVVAI/AAAAAAAAADM/dPNTuUJzN_E/s400/kafe01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316688868984312834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA – Suasana masih sepi ketika SH memasuki Taman Bumbu Restaurant di Millenium Hotel, Jakarta, pada Kamis (12/4). Maklumlah, waktunya makan siang belum tiba. Hanya ada beberapa pelayan restoran yang sibuk hilir mudik mempersiapkan makanan buffet untuk siang itu. Tapi, tak lama kemudian, restoran yang khusus menyajikan masakan khas dari berbagai daerah di Indonesia ini mulai ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, begitulah suasana Taman Bumbu pada setiap siang hari. Bukan hanya sekadar tamu hotel yang berkunjung, tapi juga orang-orang yang berasal dari kantor-kantor di daerah Fachruddin, Tanah Abang. Taman Bumbu seringkali menjadi alternatif untuk makan siang di daerah tersebut. Selain termasuk murah untuk ukuran hotel (Rp75.000/nett per orang), tempat yang disediakan pun nyaman. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, restoran ini bernama Kafe Sirih. Namun pimpinan baru mereka yang mengetahui seluk-beluk food and beverage (f&amp;b) melihat hal lain yang bisa dikembangkan dari restoran-restoran yang terdapat di Millenium Hotel. ”Karena pengalamannya yang lama di dunia f&amp;b, target market yang ada di hotel ini sekarang sepertinya akan cocok dengan tema Indonesia. Saya sampaikan opsi, Indonesia akan dibagi menjadi tiga belahan, barat, tengah, dan timur,” papar Bobby Siswara, Food and Beverage Director Millenium Hotel, Sirih, Jakarta. ”Selama saya bergabung di hotel ini, tamu yang datang berasal dari berbagai pulau, ada yang dari Irian, Nusa Tenggara Timur, dan Lombok. Dari situlah ide ini muncul,” lanjutnya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, para tamu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dapat menerima makanan yang terdapat di restoran yang buka dari pukul 6.00 hingga 22.00 ini. Pengunjung yang berasal dari Jawa Barat misalnya dapat menikmati hidangan ikan gurame dari daerah Sunda, dari daerah timur dapat menikmati ayam taliwang, dari daerah barat, disediakan rendang khas Sumatra Barat.&lt;br /&gt;Tak hanya itu, di restoran ini pengunjung akan menemukan makanan khas dari beberapa daerah yang sulit ditemui di tempat lain, sabra au bia misalnya. Tak banyak orang yang mengetahui makanan asal Papua ini. Namanya memang terkesan aneh bagi orang-orang yang bukan berasal dari kawasan timur Indonesia. Kalau tidak melihatnya, orang juga akan berpikiran bahwa makanan ini juga aneh. Apalagi, makanan orang-orang Papua juga dikenal tidak biasa bagi orang Indonesia pada umumnya. Tapi, kalau melihatnya langsung, sabra au bia terlihat sangat familier karena menyerupai kari. Tak heran, makanan yang berisi berbagai macam hidangan laut seperti ikan, cumu-cumi, kerang hijau, dan udang ini langsung disukai para tamu Taman Bumbu. Bahkan, ia menjadi salah satu makanan favorit bersama selada ikan telaga biru (Bali) dan ayam pringsewu (Jawa Tengah).&lt;br /&gt;Uniknya, pada makanan ini juga akan dijumpai kecobrang, batang dari tumbuhan semacam lengkuas yang baunya sangat khas, mirip daun sirih. Pada zaman dahulu, orang Indonesia sering menggunakannya untuk obat. Jadi, menurut Pahyono, Chef Taman Bumbu Restaurant, makanan ini juga sangat baik untuk kesehatan.&lt;br /&gt;Rasanya juga mirip dengan kari. Selain rasa gurih yang berasal dari santan kental, juga rasa pedas yang berasal dari bumbu cabai dan lada, serta rasa asam yang berasal dari irisan belimbing sayur dan air limau yang segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai Jenis Sambal&lt;br /&gt;Hidangan favorit lainnya, selada ikan telaga biru, juga berisi hidangan laut yang sama. Bedanya, makanan asal Bali ini tidak berkuah, hanya dilumuri dengan bumbu pedas yang dicampur dengan minyak. Sama dengan makanan khas dari Bali pada umumnya, bumbu selada ikan telaga biru sangat terasa. Aroma bumbu pun semakin terasa karena seluruh bumbu tidak ada yang dimasak, hanya dicincang halus kemudian dicampur dengan salad oil yang nonkolesterol.&lt;br /&gt;Saat makan siang yang selalu disajikan buffet, disajikan pula berbagai jenis sambal yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain sambal mangga (Jawa Barat), sambal kluwek (Pemalang), sambal tempe (Jawa), sambal kemangi (Makassar), sambal padang (Sumatra Barat), serta sambal paling favorit, sambal petai. Pahyono juga memiliki racikan sambal sendiri yang hanya dapat ditemukan di restoran ini, sambal ebi (udang kering).&lt;br /&gt;Menyajikan makanan khas Indonesia justru membuat mereka sensitif. ”Kita menjual produk tanah air sendiri, produk itu sudah familiar bagi mereka (pengunjung). Jangan sampai mereka melihat rendang, tapi ternyata rasanya bukan rendang,” ungkap Bobby. Untuk menghasilkan rasa yang benar-benar Indonesia, mereka merekrut chef yang sudah sangat berpengalaman di bidang masakan tradisional Indonesia, Pahyono. Pahyono yang sudah berkarier 25 tahun sebagai juru masak serta 15 tahun mengkhususkan diri pada masakan khas Indonesia seringkali diminta untuk mempresentasi masakan Indonesia ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsisten&lt;br /&gt;Manajemen Taman Bumbu Restaurant berusaha konsisten dengan pilihan mereka. Jika menawarkan masakan khas Indonesia, penyajian dan suasananya pun harus khas Indonesia. Tak heran, ketika masuk ke restoran tersebut, pengunjung akan menemukan berbagai macam rempah khas Indonesia yang dibingkai dan menjadi pajangan dinding. Pohon pisang yang terdapat di dalamnya pun akan mendekatkan pengunjung pada alam Indonesia. Lebih lanjut, Bobby mengungkapkan mereka akan menambah desain interior dengan hal-hal yang berbau Indonesia. Di beberapa pojokan misalnya, akan ditambahkan lampu andong khas Jogja. Di beberapa bagian restoran akan dihiasi dengan kayu ukir khas Jepara. Jadi, sebelum masuk pun para pengunjung sudah merasakan suasana Indonesia.&lt;br /&gt;Tak hanya tampilan interior restoran, mereka juga berencana untuk mengubah cara penyajian makanan-makanan mereka. Air putih, misalnya, di masa mendatang tidak lagi disajikan seperti biasa, tapi dengan kendi yang sangat khas Indonesia. ”Nenek moyang kita kan dulu kalau minum (mengambil) dari kendi. Nanti juga kami menyajikan air putih menggunakan kendi. Kalau orang Eropa punya tradisi menggunakan pitcher, kita juga punya tradisi sendiri menggunakan kendi. Kita juga punya culture yang bisa diadaptasi. Itu positif juga, orang overseas mengetahui bahwa tata meja orang Indonesia juga bagus,” kata Bobby lagi.&lt;br /&gt;Untuk penyajian nasi timbel misalnya, tidak lagi menggunakan piring biasa, tapi dilapisi dengan daun layaknya tradisi penyajian nasi timbel. Bobby juga mengatakan akan mengubah penyajian nasi putih dengan memadatkannya seperti kue putu. ”Nanti Taman Bumbu akan sangat otentik, baik dari segi makanan maupun penampilan,” ujar Bobby. Nah, jika ingin merasakan masakan Indonesia yang berpenampilan Indonesia, Taman Bumbu Restaurant dapat menjadi pilihan. (str/mila novita)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;Copyright © Sinar Harapan 2003&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-7997013852272688004?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/7997013852272688004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/merasakan-indonesia-di-taman-bumbu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/7997013852272688004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/7997013852272688004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/merasakan-indonesia-di-taman-bumbu.html' title='Merasakan ”Indonesia” di Taman Bumbu Restaurant'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScisW3kVVAI/AAAAAAAAADM/dPNTuUJzN_E/s72-c/kafe01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-3917161565939674517</id><published>2009-03-24T16:43:00.001+07:00</published><updated>2009-03-24T16:45:34.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>I Love Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScirRN-2tWI/AAAAAAAAADE/7pxNFz0UXDs/s1600-h/wis02.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScirRN-2tWI/AAAAAAAAADE/7pxNFz0UXDs/s400/wis02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316687672410289506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DENPASAR – Suara dentuman musik menggema terdengar dari salah satu diskotik di kawasan Seminyak, Kuta, Bali, pada Sabtu (3/12) malam. Hentakan musik yang dimainkan disk jockey (DJ) dari diskotik Double Six ini memang sangat menarik minat untuk menjejakkan kaki ke sana.&lt;br /&gt;Di sudut pojok diskotik yang cukup terkenal ini tampak sejumlah turis asing sedang berbincang-bincang sambil menikmati minuman. Sementara itu, di lantai dansa terlihat belasan orang asyik berdisko seolah tidak mau melewatkan alunan musik.&lt;br /&gt;Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 Wita, Minggu (4/12). Namun, suasana di diskotik yang sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman) ini masih tampak sepi. Padahal, biasanya, diskotik Double Six selalu ramai dikunjungi kalangan wisatawan, apalagi pada malam Minggu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, biasanya pengunjung sampai berjubel hingga di pinggiran kolam renang diskotik. ”Sejak peristiwa peledakan bom 1 Oktober lalu, pengunjung yang datang jauh berkurang dibandingkan sebelum adanya bom,” ucap Wayan, pelayan diskotik Double Six.&lt;br /&gt;Menurut dia, setiap malam Minggu tempat itu selalu dipadati pengunjung yang jumlahnya mencapai ratusan. Karena saking ramainya, untuk berdisko di hall saja pengunjung harus ”rela” saling berdesak-desakan. ”Ini memang sepi sekali,” tutur Wayan.&lt;br /&gt;Suasana yang sama juga terlihat di tempat hiburan malam lain di kawasan Legian, Kuta. Sebut saja tempat yang bernama Apache. Apache yang selalu menyuguhkan live musik bernuansa reggae biasanya juga selalu dipenuhi turis asing maupun lokal, terutama pada malam Minggu. Tapi, pada Sabtu (3/12) malam hingga Minggu (4/12) dini,hari, tempat itu tampak sepi pengunjung. Diskotik Double Six maupun Apache paling banyak dikunjungi wisatawan asal Australia.&lt;br /&gt;Secara umum, pada malam Minggu pekan lalu, suasana di kawasan obyek wisata Kuta terlihat cukup lengang. Jumlah turis asing relatif sedikit dibandingkan hari-hari sebelum tragedi bom 1 Oktober lalu.&lt;br /&gt;Kondisi pariwisata Bali hingga saat ini memang belum sepenuhnya pulih pasca bom Bali II di Jimbaran dan Kuta yang menewaskan 23 orang. Jumlah kunjungan wisman ke Bali belum seramai sebelumnya. “Kondisi pariwisata belum sepenuhnya pulih. Hal ini ditandai dengan belum banyaknya wisman yang datang,” ujar Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, Sudibya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tewasnya Dr Azahari&lt;br /&gt;Dia mengakui, akhir-akhir ini jumlah turis asing yang melakukan pembatalan kunjungan wisata ke Bali relatif lebih sedikit dibandingkan beberapa hari setelah 1 Oktober lalu. Para pelancong asing ini, menurutnya, sudah mulai berdatangan ke Bali.“Selain karena gencar melakukan promosi, tewasnya Dr Azahari juga berdampak positif terhadap kunjungan wisman ke Bali,” ucapnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, berdasarkan pengamatan SH, di sepanjang kawasan Legian sampai Seminyak, Kuta masih terlihat sepi. Tidak seperti biasanya, sebelum tragedi bom 1 Oktober, di kawasan ini selalu dipadati turis asing, terutama pada setiap akhir pekan.&lt;br /&gt;Sejumlah tempat hiburan malam seperti bar, pub dan diskotik masih tampak sepi dari kunjungan wisman. Hanya ada beberapa diskotik yang tetap ramai didatangi wisman seperti di Double Six dan Peanut.&lt;br /&gt;Wisatawan asing yang terlihat berlalu lalang di kawasan Kuta, sebagian besar memang sudah pernah berkali-kali berkunjung ke Bali, sehingga sudah paham betul suasana di Bali.&lt;br /&gt;Catherine dan William, dua turis asal Australia, mengaku tidak khawatir dengan kondisi keamanan di Bali. Kedua turis asal negeri Kanguru ini sudah berkali-kali datang ke Bali. Bahkan keduanya menganggap Bali sebagai rumah kedua mereka setelah Australia. ”I love Bali,” kata Catherine singkat&lt;br /&gt;Sementara itu, Asisten Public Relation Ramada Bintang Bali Tia Virlana menyebutkan, tingkat hunian di tempatnya bekerja kini sudah mulai mengalami peningkatan. Hotel yang memiliki sekitar 450 kamar itu, saat ini sudah sekitar 45 hingga 50 persen kamarnya terisi. Kendati demikian, tingkat hunian ini masih jauh lebih rendah jika dibandingkan tingkat hunian rata–rata sebelum tragedi 1 Oktober lalu.(*)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Copyright © Sinar Harapan 2003&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-3917161565939674517?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/3917161565939674517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/i-love-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3917161565939674517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/3917161565939674517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/i-love-bali.html' title='I Love Bali'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScirRN-2tWI/AAAAAAAAADE/7pxNFz0UXDs/s72-c/wis02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-4854449585234133741</id><published>2009-03-24T16:16:00.001+07:00</published><updated>2009-03-24T16:38:25.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Pariwisata Bali Belum Pulih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScilEPGuXqI/AAAAAAAAAC8/KraKJtFL6zY/s1600-h/wis01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScilEPGuXqI/AAAAAAAAAC8/KraKJtFL6zY/s400/wis01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316680852303666850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KUTA – Apakah Anda punya kenangan berjalan-jalan di malam Minggu atau di masa liburan di Kuta, Bali? Bayangan Anda tentang suasana sepanjang pantai ini pasti agak pudar bila melihat kondisinya belakangan ini. Kuta, yang dulunya sangat ramai, akhir-akhir ini jumlah pengunjungnya berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuta adalah wilayah yang agak terbuka di Bali, dibanding wilayah lain, seperti Tanah Lot, Nusa Dua atau Pantai Sanur. Kuta juga dianggap sebagai tempat yang paling dekat dengan publik.&lt;br /&gt;Tapi sekarang, Anda jangan lagi berharap akan mendengar lagi suara musik menghentak dari mobil-mobil yang diparkir atau yang berlalu-lalang di sepanjang pesisir, seperti sebelum terjadi peledakan Bom Bali II.&lt;br /&gt;Saat ini tidak ada lagi bule-bule yang tertawa terbahak-bahak, atau bli (abang) asli Bali yang tertawa senang menyaksikannya. Di jalan-jalan pun, tak tampak lagi kemacetan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, para wisatawan tak perlu lagi merasa khawatir, karena pengamanan di berbagai lokasi, seperti kafe, pub, hotel atau toko-toko suvenir yang berjajar di sepanjang wilayah ini sangat ketat. Di kafe Kama Sutra, misalnya, ketika akan masuk ke dalam, setiap pengunjung pasti akan diperiksa dengan teliti. Para petugas nampak lebih teliti dari satpam di kota Jakarta, yang biasanya hanya menyentuhkan alat sensor pada tubuh atau tas bawaan pengunjung tanpa mengecek lebih seksama.&lt;br /&gt;Kendati demikian, suasana pada malam hari memang agak berbeda dengan saat siang. Pada saat cahaya matahari masih merambah pantai, suasana di sepanjang pantai Kuta terasa lebih hidup. Bule-bule yang berkeliaran–suasana khas Pulau Dewata ini–mulai berkeliling, memperhatikan sekeliling, berdialog atau berbelanja.&lt;br /&gt;Seorang perempuan sedang berjemur dengan kekasihnya di bawah teriknya cahaya matahari. Di sisi pantai yang lain, agak dekat dengan restoran MC Donald, seorang bule lain sedang menunggui adik perempuannya yang dikepang rambutnya. “Nice...,” ujar si pengepang rambut sambil tersenyum kepada Michelle, bule yang berdarah New Zealand.&lt;br /&gt;Barangkali, Kuta berbeda dengan Nusa Dua yang didatangi pengunjung kelas menengah ke atas, yang bisa tinggal di hotel yang lebih nyaman karena koceknya memadai. Mereka biasanya mendapat pengawasan ketat. Tidak sembarang turis bisa masuk ke sana. Kuta cenderung lebih terbuka. “Orang yang ke sini bisa turis lokal, bisa dari mancanegara,” kata IB Purwaka, General Manager di Inna Kuta Beach Hotel. Pengawasan ketat memang diberikan kepada setiap pengunjung hotel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turis Jadi Pesimitis&lt;br /&gt;Tanah Lot yang termasuk wilayah sakral tak terlalu terbuka seperti Kuta. Pemandangan di sini unik, berupa pura di atas bukit karang. Pengunjung tempat ini cenderung hanya singgah sebentar untuk menyaksikan pemandangan yang indah daripada menginap.&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana pun, Kuta sangat terkait dengan wilayah lain seperti Sanur, Tanah Lot, Nusa Dua, Tabanan, bahkan Jembrana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Kuta, di bawah terik sinar matahari, pengunjung dapat melihat banyak hal. Kuta adalah sebuah wilayah wisata yang menjadi sumber perekonomian berbagai kalangan, baik orang-orang yang mendirikan restoran, pub, hotel dan kafe di wilayah itu, maupun warga masyarakat kalangan menengah ke bawah yang mencari nafkah dari sektor pariwisata. Bahkan, perusahaan jasa yang berada jauh dari pantai pun sebelumnya juga mendapatkan keuntungan dari gairah pariwisata Bali ini.&lt;br /&gt;“Semua hotel di seluruh wilayah Bali pasti terkena dampak peristiwa Bom Bali II lalu. Apabila pada ledakan pertama para wisatawan justru menyabarkan dan menghibur kita, pada ledakan kedua kalinya mereka justru jadi pesimistis,” ujar General Manager Inna Kuta Beach Hotel IB Purwaka, yang mengaku hotelnya tak begitu banyak mengalami penurunan karena masih mendapatkan pengunjung turis domestik.&lt;br /&gt;Menurutnya, hotel mewah, atau yang berada di wilayah Nusa Dua yang cukup terpukul atas kondisi ini. Penurunan tingkat hunian hotel bahkan bisa terjadi hingga 30%. Hampir semua hotel pada dasarnya mengalami penurunan tingkat huniannya, karena itu mereka berhati-hati dalam menerapkan harga inap dan mulai memikirkan berbagai fasilitas yang dapat menyenangkan pengunjung.&lt;br /&gt;Dunia penerbangan juga terkena dampaknya. Ini terasa lewat berkurangnya kunjungan via Bandara Ngurah Rai Bali. Pihak penerbangan dari Sales Manager dari Merpati Nusantara Airlines di wilayah Bali, Vera Novita, misalnya, mengatakan, jelas terjadi penurunan persentase jumlah penumpang pasca Bom Bali II.&lt;br /&gt;Maskapai Penerbangan yang antara lain juga mengangkut turis dari dan ke wilayah Singapura, Malaysia, Dili, dan Australia ini, otomatis merasakan dampaknya. Dengan animo turis yang agak surut, mereka juga harus berbagi dan bersaing dengan maskapai penerbangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Negara Lain&lt;br /&gt;Warga Bali yang biasanya terlibat dalam jasa pelayanan tradisional, mulai dari pedagang cendera mata hingga pijat di pantai Kuta juga merasakan dampaknya. “Belakangan, suasana di Bali memang sepi. Kalau dulu bisa lebih dari lima orang yang saya pijat, sekarang tidak lagi,” ujar wanita tua yang biasa berkeliling dari pagi hingga senja di pinggiran pantai, di belakang Hotel Inna Kuta Bali.&lt;br /&gt;Bersama kawannya yang lain, termasuk yang biasa menangani perawatan kecantikan untuk turis lokal dan mancanegara yang datang itu, ia memang telah lama bekerja di sepanjang pantai ini. Namun, di tengah sedikitnya jumlah pendatang, orang-orang itu tetap setia menyisihkan pendapatan mereka untuk pemuka adat dan para nelayan di sepanjang pantai Bali.&lt;br /&gt;Dua kali bom di Bali, seruan travel warning dari beberapa negara atau isu negatif lain, seperti flu burung, membuat perlunya agenda untuk menjamin keamanan dan kenyamanan hidup di negeri ini. Antara lain diperlukan agenda bersama dari masyarakat, terutama pihak pemerintah terkait soal cara meningkatkan pariwisata di Bali.&lt;br /&gt;Agenda itu antara lain menyangkut promosi dan publikasi yang dapat menjadi vitamin guna menggairahkan dunia wisata, seperti yang selama ini dilakukan negara-negara lain. Untuk itu, pemerintah harus belajar dari negara-negara lain yang pernah mendapat predikatnegara yang sering didera bom.&lt;br /&gt;Kita perlu belajar dari cara mereka mengantisipasinya.&lt;br /&gt;Turis lokal sebaiknya tidak trauma ke Bali, walau tetap harus berhati-hati. Kehati-hatian itulah yang telah dilakukan oleh para wisatawan di Kuta. Pengunjung lokal, bahkan sempat terlihat menasehati penjaga keamanan dan satpam di sebuah hotel, karena mereka tidak memeriksa secara ketat sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;Semoga catatan buruk ini akan berubah menjadi baik saat menjelang akhir tahun. Kita mengharapkan ucapan seorang turis bule di sebuah wilayah di Bali yang kembali terdengar di telinga seorang penduduk yang tengah memberikan sesajian bunga di pura kecil depan rumahnya, “Merry Christmas and Happy New Year, Bu.”&lt;br /&gt;Bagaimana pun, Bali adalah wilayah wisata yang penting sebagai penghubung turis ke wilayah lain seperti Sumatera (Danau Toba atau Danau Maninjau), pantai Maluku, Taman Laut Bunaken atau Papua. Oleh karena itu, solusi untuk meningkatkan aset wisata di negara ini harus terus dicari. Selain itu, ini demi menyambung hidup masyarakat Bali, termasuk hidup kelas menengah ke bawah yang tetap harus mencari lembaran rupiah di sekitar wilayah Sanur, Tanah Lot hingga Kuta. (*)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;Copyright © Sinar Harapan 2003&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Sihar Ramses Simatupang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-4854449585234133741?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/4854449585234133741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/pariwisata-bali-belum-pulih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/4854449585234133741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/4854449585234133741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/pariwisata-bali-belum-pulih.html' title='Pariwisata Bali Belum Pulih'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/ScilEPGuXqI/AAAAAAAAAC8/KraKJtFL6zY/s72-c/wis01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1385263260131750045.post-5935719882580568129</id><published>2009-03-24T16:06:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T16:10:04.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Gunung'/><title type='text'>Tangkuban Parahu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sciiyxay00I/AAAAAAAAAC0/TBJZBhpUA14/s1600-h/Pic,s%26a,sh,Tangkuban-Perahu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sciiyxay00I/AAAAAAAAAC0/TBJZBhpUA14/s400/Pic,s%26a,sh,Tangkuban-Perahu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316678353253749570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam yang indah dan masih belum tersentuh oleh pembangunan, banyak pengunjung yang tertarik dengan pesonanya, terletak di Sindangbarang 125 km dari Cianjur dan 220 km dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.bandungtourism.com/html/at_sc_m_TangkubanParahu.htm"&gt;www.bandungtourism.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1385263260131750045-5935719882580568129?l=m-mef.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-mef.blogspot.com/feeds/5935719882580568129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/tangkuban-parahu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/5935719882580568129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1385263260131750045/posts/default/5935719882580568129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-mef.blogspot.com/2009/03/tangkuban-parahu.html' title='Tangkuban Parahu'/><author><name>† 3zr4 †</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03481201045893062634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/SeWsTJfIwAI/AAAAAAAAANM/PDdUODKIZD0/S220/1_923093487m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_30Knu-CkSzg/Sciiyxay00I/AAAAAAAAAC0/TBJZBhpUA14/s72-c/Pic,s%26a,sh,Tangkuban-Perahu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
